WNI di Madinah 14 Tahun Tak Pulang, Ngaku Sakit Hati Suami Nikah Lagi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

KJRI di Jeddah menerima laporan bahwa ada seorang ibu pekerja migran Indonesia (PMI) yang tidak pulang selama 14 tahun dan diduga dipersulit oleh majikannya di Madinah. Namun rupanya PMI berinisial AAN itu tak pulang lantaran suaminya menikah lagi saat dia bekerja di Arab Saudi.

Dalam keterangan KJRI Jeddah, family dari AAN meminta support kepada KJRI Jeddah dengan menyampaikan laporan pengaduan melalui Sistem Manajemen Pengaduan (Simadu). Mereka meminta KJRI Jeddah mencari AAN, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan membantu mediasi dengan pihak majikan agar segera dipulangkan.

"Laporan pengaduan disampaikan salah satu anak AAN berjulukan Hasan. Dalam laporan tersebut, Hasan menyatakan ibunya tidak pulang lantaran dipersulit oleh majikannya. Sang ibunda, kata dia, tidak diberikan cuti, padahal naskah perjanjian kerja (PK) yang ditandatangani kedua belah pihak telah mengatur, pekerja wajib dipulangkan setelah masa kontraknya berakhir," tulis KJRI Jeddah dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KJRI Jeddah pun menghubungi majikan dan meminta agar berbareng AAN ke letak Pelayanan Terpadu (Yandu) yang digelar bagi WNI yang tinggal di Madinah. Yandu berjalan tiga hari dari 25 hingga 27 April 2024, mencakup kekonsuleran, ketenagakerjaan, keimigrasian, konsultasi, serta sosialisasi peraturan dan ketentuan norma yang wajib diketahui dan dipatuhi para WNI di Arab Saudi.

"Petugas Yanlin menyoal majikan kenapa hingga begitu lama tidak memulangkan ART-nya itu. Pertanyaan yang bersuara tudingan itu disanggah tegas oleh majikan. Dia mengaku tidak ada niat sedikit pun dari dirinya untuk menghalang-halangi AAN untuk cuti. Dia malah menawarkan agar ART-nya itu memanfaatkan kesempatan libur pulang ke tanah air untuk menengok keluarga," katanya.

Salah satu petugas menemui dan membujuk AAN berbincang secara terpisah dari majikan. Terungkap laporan dari pihak family itu bertolak belakang dengan pengakuan AAN kepada petugas.

AAN menyampaikan tidak mau pulang lantaran kecewa pada suaminya yang menikah lagi dengan wanita lain. Pernikahan itu terjadi pada 2013, selang tiga tahun setelah dia berangkat ke Madinah pada 2010.

"Semula wanita yang telah dikaruniai enam anak ini beriktikad membujuk suaminya kerja bareng di Arab Saudi, mengingat anak-anaknya sudah beranjak dewasa. Namun, niat baik itu terpaksa dia batalkan setelah mengetahui sang suami telah mendua namalain beristeri lagi," katanya.

KJRI Jeddah pun menuliskan quote pernyataan dari AAN soal argumen dia tidak pulang ke Indonesia.

"Ngapain pulang, Pak. Anak-anak sudah pada besar, suami direbut orang," tutur AAN dengan nada kesal.

AAN mengaku tetap bertanggung jawab mengurus enam anaknya dengan mengirimkan duit nyaris setiap bulan hasil keringatnya.

"Sama saya diurusin, rumah, jajan, motor. Semuanya sudah pada berkeluarga," imbuhnya.

Petugas Meminta AAN Pulang

Kepada petugas KJRI Jeddah, ibu kelahiran 1970 ini mengaku selalu berkomunikasi dengan pihak family di Tanah Air. Selama bekerja di Madinah, dia mengaku diperlakukan dengan baik oleh family majikan, meski kadang dia mengalami kesulitan menagih gajinya.

AAN bercerita pernah bekerja di Dammam pada 2002. Setelah dua tahun bekerja di kota metropolitan terbesar di Provinsi Timur Arab Saudi itu, dia pulang ke Indonesia. Lalu berangkat lagi ke Arab Saudi dan bekerja di Bisha, kota mini yang berjarak sekitar 500 kilometer dari Jeddah. Setelah lenyap masa kontraknya, AAN pulang ke Indonesia. Pada 2010, dia berangkat lagi ke Arab Saudi dan bekerja di Madinah hingga sekarang.

"Selama bekerja, AAN mengaku telah menunaikan ibadah umrah sebanyak delapan kali, tapi belum berkesempatan menunaikan ibadah haji," kata KJRI Jeddah.

Petugas Yanlin mendorong majikan untuk mengupayakan agar AAN bisa menunaikan ibadah haji sebelum dia pulang.

"Petugas Yanlin membujuk AAN agar segera pulang dan menengok keluarganya yang telah lama dia tinggalkan. Perempuan berumur 50 tahun ini juga diingatkan, dengan usianya yang sudah lanjut, sudah waktunya bagi dia untuk beristirahat dan menikmati masa tua berbareng keluarga," katanya.

(aik/imk)