Viral Dugaan Pelecehan, Dishub Bogor Tegur Keamanan Skybridge Bojonggede

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Bogor -

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, menindaklanjuti viral unggahan info diduga terjadi pelecehan seksual di Skybridge Bojonggede. Pertama, langkah pertimbangan dengan memanggil pihak keamanan Skybridge.

"Terkait masalah keamanan, pihak keamanan di sana bakal kita panggil juga di Skybridge, kita bakal bikin teguran," kata Plt Sekretaris Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, kepada wartawan, Selasa (30/4/2024).

Dadang mengatakan korban sudah diarahkan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, dalam perihal ini Polres Metro Depok sesuai wilayah hukumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke depan, kita bakal perbanyak CCTV selain masalah keamanan," ujarnya.

Dia juga menyebut bakal meminta pihak keamanan Skybridge agar berkeliling. Sebab sejauh ini, pihak keamanan condong menjaga tak bersuara di satu titik.

"Terus penerangan bakal kita tambah lagi untuk kenyamanan Skybridge itu. Yang paling utama itu tadi, pemasangan CCTV. Untuk penganggaran berikutnya, kita pasang di situ, (rencana) 5 titik (CCTV)" ucapnya.

Viral di Medsos

Sebelumnya diberitakan, sebuah unggahan mengenai info tindakan pelecehan seksual di Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Diduga pelecehan dilakukan oleh seorang laki-laki kepada wanita.

Dalam unggahan yang dilihat detikcom, dinarasikan bahwa pelaku menyentuh bagian tetek wanita tersebut. Disebutkan peristiwa itu terjadi pada pagi hari tadi.

Dalam unggahan tersebut, korban bercerita bahwa kondisi sedang ramai. Sehingga andaikan pelaku berdasar tidak sengaja berkontak dengan korban, argumen itu dinilai korban tidak masuk akal.

Dikonfirmasi perihal kejadian tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, Dishub telah menerima laporan kejadian tersebut. Dia bakal menindaklanjutinya.

"Iya betul, sudah saya tugaskan Plt Sekdis untuk menangani kejadian tersebut," katanya.

(rdh/dnu)