Ingin Dekat dengan melalui Copywriting? Gunakan Teknik Conversational Copywriting

Bagikan

Para copywriter pengen nggak sih tulisanmu terasa dekat dengan para audiens? Kalau iya, kamu bisa menggunakan conversational copywriting ini, lho. Teknik ini bisa kamu gunakan supaya lebih akrab dan terlihat menarik. Sebenarnya, apa itu conversational copywriting? Kenapa harus gunakan teknik conversational copywriting dalam tulisan? Lalu, apa saja tips menggunakannya?

Yuk, Bizlab sudah merangkum semuanya untuk kamu.

  1. Apa itu Conversational Copywriting?

Mengenal Conversational Copywriting

Conversational copywriting adalah teknik ketika kamu ‘menjual’ dengan tulisan yang terasa seperti percakapan antara orang sungguhan. Hal ini mungkin nggak persis seperti transkrip percakapan yang terjadi di real life

Conversational copywriting ini terdengar seperti percakapan yang akrab di kehidupan nyata, bukan? Perlu sobat Bizlab ketahui bahwa conversational copywriting saat ini menjadi cara yang lebih populer saat ini untuk berkomunikasi di situs blog, web, media sosial, ataupun iklan.

Dengan menggunakan conversational copywriting, kamu akan membuat audiens tertarik dan kemudian kamu bisa membuat mereka berbicara.

Sobat Bizlab penasaran nggak sih kenapa kita harus gunakan conversational copywriting ini? Inilah jawabannya.

© Freepik.com/ vectorjuice

Kenapa Harus Menggunakannya?

Conversational copywriting sangat cocok untuk kamu gunakan pada website mu. Menggunakan gaya percakapan yang terdengar akrab akan sangat menarik bagi pembaca online.

Para pembaca kamu akan melakukan ‘scan’ ketika membaca tulisan. Para pembaca tidak akan menghabiskan waktunya untuk membaca setiap kata, mereka akan sekilas memindai halaman saja.

Tulisan kamu akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk dibaca dan dipahami jika pesan pada tulisan kamu tulis memiliki ritme atau nada yang menarik didengar, menggunakan judul dan subjudul dengan baik dan langsung pada intinya. 

Dengan conversational copywriting, kamu harus memahami sudut pandang para pembaca dengan menawarkan nilai dan membantu mereka membuat hidup mereka sedikit lebih baik.

Artinya kamu harus lebih jujur dan berkomunikasi secara transparan.

Membuat conversational copywriting itu berarti kamu akan memberikan pesan yang singkat, jelas dan  lebih mudah dipahami. Tentu saja, hal ini menjadi tujuan sobat Bizlab bukan?

Membuat tulisan dengan pesan yang mudah dipahami oleh para audiens. Selalu tanyakan pada diri kamu “apakah audiens saya akan dengan mudah memahami konten ini?”.

Aspek-aspek Pada Conversational Copywriting

Ada beberapa aspek penting untuk kamu gunakan saat  conversational copywriting, yaitu:

  1. Memahami untuk siapa kamu akan menulis
  2. Mengetahui mengapa seseorang membaca konten kamu (apa tujuan mereka?) 
  3. Memahami hasil apa yang ingin kamu cari (apa yang Anda ingin audiens lakukan?).

Gaya penulisan percakapan akan membuat kamu terhubung dengan pembaca, terhubung seolah-olah kamu sedang melakukan percakapan dengan orang yang kamu kenal.

Tentunya, kebanyakan orang lebih suka membeli dari seseorang yang mereka kenal, percayai, dan sukai, bukan?

Nah, setelah mengetahui apa dan kenapa kita harus gunain conversational copywriting, ini ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat membuat conversational copywriting.

Gunakan 4 Tips Ini

Gaya penulisan percakapan akan membantu penulis terhubung dengan pembaca secara pribadi. Tingkatkan keterampilan menulis percakapan kamu dengan mengikuti 5 tips sederhana ini:

  1. Perhatikan bagaimana orang berbicara

Tujuan kamu adalah agar tulisanmu terdengar seperti melakukan percakapan dua arah, bukan tulisan akademis atau formal.

Biasanya ketika kita ingin berbicara , kita akan menggunakan kata ganti refleksif seperti “aku” dan “kita”.

Meskipun hal  ini bertentangan dengan aturan tata bahasa yang kamu pelajari tetapi hal ini paling cocok ketika kamu ingin menulis conversational copywriting karena begitulah cara kita berbicara. 

  1. Kenali audiens dan situasi

Saat menulis copywriting, tentu di awal kamu akan bertanya siapa target audiens kamu, bukan? Posisikan diri kamu seolah-olah kamu adalah audiens nya dan amati situasinya.

  1. Gunakan kalimat pendek

Prinsip copywriting adalah less is more. Sangat jarang ditemukan copywriting yang panjang. Fokuslah pada intinya dan hindari menulis paragraf dengan lebih dari empat atau lima kalimat.

  1. Ketahui kapan kamu menggunakan bahasa formal 

Meskipun tulisan kamu akan seperti gaya percakapan, namun ada kalanya diperlukan sedikit gaya tulisan formalitas.

Contohnya seperti menulis tentang topik informasi keuangan, hukum, atau medis. Karena hal tersebut lebih ke arah profesional agar kamu lebih dipercaya.

Bagaimana teknik yang menarik bukan untuk lebih dekat dengan audiens? Kamu bisa gunakan teknik ini, ya!

Bizlab adalah marketplace untuk belajar skill profesional yang sedang dibutuhkan di berbagai sektor industri saat ini. Kunjungi situs https://subsdaily.com/ untuk mengikuti konten pendek favorit (micro-content) mengenai up-skill yang akan dikirim via WhatsApp atau Email pribadimu.
Yuk, tunggu apalagi?, Kembangkan kemampuanmu dan klik link nya, ya!

Sumber: 

1. MarketingBuzz

2. MasterClass

3. Copywritematters