Tano Ponggol

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sekoci yang sedang melewati kanal Tano Ponggol di Pangururan pada sekitar tahun 1900—1926.
Kanal Tano Ponggol pada tahun 2014, sebelum pelebaran untuk konstruksi Jembatan Aek Tano Ponggol.

Tano Ponggol (terj. har. tanah putus),[1] terkadang disebut sebagai Tano Magotap (terj. har. tanah terpotong), adalah sebuah kanal di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir yang mulai dibangun pada 17—20 Maret 1906[2] oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk memisahkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatra.[3] Kanal ini selesai dan diresmikan pada tahun 1913 oleh Ratu Wilhelmina dan sempat dijuluki sebagai Terusan Wilhelmina. Tanah yang dikeruk bertujuan agar air Danau Toba yang berasal dari pesisir Silalahi dapat melewati Pangururan dan sebaliknya, sehingga kapal-kapal dapat mengelilingi Danau Toba. Air danau yang mengalir melalui kanal Tano Ponggol disebut sebagai Aek Tano Ponggol, sedangkan jembatan yang dibangun di atas kanal untuk memudahkan transportasi darat dari Pulau Sumatra ke Pulau Samosir disebut Jembatan Aek Tano Ponggol.[1] Pada tahun 2022, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II memperlebar alur Tano Ponggol yang awalnya 25 meter menjadi 80 meter untuk memungkinkan kapal pesiar melewati kanal ini.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]