Rupiah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

RupiahKodeSubsatuan 1/100SimbolUang kertas Sering digunakan Jarang digunakanUang koin Sering digunakan Jarang digunakanPengguna resmiPengguna tak resmiBank sentral Situs webPercetakan uang kertas Situs webPercetakan uang koin Situs webInflasi Sumber Metode

Seri Pahlawan Nasional Tahun Emisi (TE) 2022, diterbitkan oleh Bank Indonesia.

IDR
sen (usang)a
Rp
Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000 Rp50.000, Rp100.000
Rp1.000, Rp75.000
Rp500, Rp1.000
Rp100, Rp200[1][2]
 Indonesia
 Timor Leste[3]
Bank Indonesia
www.bi.go.id
Perum Peruri
www.peruri.co.id
Perum Peruri
www.peruri.co.id
3.55% (Mei 2022)
Bank Indonesia
CPI

a) Subsatuan sen tidak lagi digunakan secara praktis. Namun, laporan keuangan dan laporan bank mencatat jumlah uang dalam sen (mis. Rp1.234,56 – Indonesia menggunakan koma sebagai pemisah desimal).

Contoh rupiah dalam bentuk uang kertas pada tahun 2009.
Contoh rupiah dalam bentuk uang kertas (1999–2005).
Wage Rudolf Soepratman pada uang kertas Rp50.000 terbitan 1999.

Rupiah, atau lengkapnya Rupiah Indonesia, adalah mata uang resmi yang berlaku di Republik Indonesia.[4] Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama "perak". Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank.

Nama dan etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama rupiah berasal dari kata India: rupiya (रुपीया) yang juga berakar dari bahasa Sansekerta yaitu: rupyakam (रूप्यकम्) yang berarti "perak".[5] Nama "Rupiah" dijadikan nama mata uang Indonesia disebabkan pengaruh budaya India yang kuat semasa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara selama ratusan tahun yang telah terasimilasi ke dalam budaya dan perbahasaan di Indonesia. Nama Rupee (dibaca "rupi") juga digunakan untuk mata uang negara-negara seperti India, Pakistan, Nepal, Seychelles, Mauritius, dan Sri Lanka sementara di Maladewa diketahui sebagai "Rufiyah", mirip dengan di Indonesia "Rupiah", hanya dibedakan dengan "f". Banyak negara-negara yang menggunakan kata ini (rupya) untuk mata uang negara mereka karena merupakan hasil dari pengaruh penyebaran bahasa Sansekerta yang telah ada sejak Abad ke-6 SM ke berbagai negara-negara kawasan Samudra Hindia.

Sejarah penggunaan[sunting | sunting sumber]

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945–1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946. Pada masa awal, ORI dicetak oleh Percetakan Canisius dengan bentuk dan desain yang sangat sederhana dan menggunakan pengaman serat halus. Bahkan dapat dikatakan ORI pada masa tersebut merupakan mata uang yang sangat sederhana, seadanya, dan cenderung berkualitas kurang, apalagi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya yang beredar di Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan tersebut, ORI beredar luas di masyarakat meskipun uang ini hanya dicetak di Yogyakarta. ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali dalam jangka waktu empat tahun antara lain, cetakan I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi.

Pada 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatra mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatra (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaannya dihapuskan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat. Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 600% (dari dua ribuan rupiah pada Agustus 1997 menjadi 15 ribu rupiah Januari 1998) dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.

Redenominasi[sunting | sunting sumber]

Dilansir dari situs BI, redenominasi rupiah adalah tindakan pemotongan penyederhanaan nilai mata uang saat kondisi ekonomi stabil dan sehat. Pelaksanaan redenominasi dilakukan dengan menghilangkan beberapa angka nol pada nilai uang, sehingga menyederhanakan penulisan nilai pada uang dan masyarakat.[6]

Berdasarkan definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), redenominasi merupakan upaya untuk menyederhanakan nilai mata uang tanpa mengubah nilai tukarnya di pasar.

Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia merencanakan kebijakan pengurangan nilai pecahan mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya dengan cara menghilangkan 3 angka 0 terakhir (X000 menjadi X). Rencana kebijakan ini dilontarkan oleh Bank Indonesia sejak awal Mei 2010 dan dikonfirmasikan oleh Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution pada 31 Juli 2010.

Kebijakan redenominasi ini diambil setelah hasil riset Bank Dunia menyebutkan bahwa uang pecahan Rupiah Indonesia Rp100.000 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Dong Vietnam (VND) 500.000.[7] Proses redenominasi akan mundur dari rencana yang semula akan direalisasikan pada 14 Agustus 2014 karena tekanan dari pihak asing.[8]

Urgensi Redenominasi[sunting | sunting sumber]

Gubernur BI periode 2013-2018, Agus Marto Warjoyo menilai setidaknya ada lima urgensi terkait kebijakan redenominasi. Pertama, penyederhanaan nilai mata uang dengan mata uang terlihat lebih efisien. Dengan mengurangi nilai nol, maka aktivitas ekonomi akan semakin sederhana. [9]

Kedua, penyederhanaan rupiah akan membuat rupiah semakin berdaulat dan bergengsi. Hal ini dapat membuat rupiah bisa sejajar dengan mata uang negara lain. Ketiga, redenominasi dapat membuat waktu transaksi menjadi lebih cepat. Jika sebuah mata uang memiliki banyak angka nol di belakangnya (contohnya 1.000.000 atau 1.000.000.000), maka perhitungan dan pencatatan dalam transaksi sehari-hari bisa menjadi rumit dan memakan waktu.

Keempat, dapat mengurangi risiko human error. Dengan jumlah digit yang lebih sedikit, maka perhitungan keuangan menjadi lebih mudah dan efisien. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan perhitungan, seperti kesalahan pencatatan, kesalahan penjumlahan, dan kesalahan pembukuan. Kelima, efisiensi pencantuman harga barang dan jasa.

Kertas Saat ini Direncanakan menjadi
100.000 100
50.000 50
20.000 20
10.000 10
5.000 5
2.000 2
1.000 1
Logam Saat ini Direncanakan menjadi
1000 1
500 50¢
200 20¢
100 10¢

Uang emisi sebelum tahun 2014[sunting | sunting sumber]

Uang koin[11] Nilai Ukuran (mm) Massa (gr) Material Gambar Ketersediaan Validitas Dmtr Tbl Depan Belakang
Rp1 1970 22 1,40 1,42 Almunium Burung Sikatan Gambar "1" Tidak Tidak
Rp2,5 1963 ??? ??? ??? Potret samping Soekarno Gambar "2½"
Rp5 1979 23 1,70 1,38 Logo Keluarga Berencana Gambar "5"
Rp25 1991 18 1,98 1,22 Garuda Pancasila Buah Pala
Rp50 1991 20 1,58 3,18 Aluminum/Perunggu Gambar "50" dan Komodo
1999 20 2,00 1,36 Aluminum Gambar "50" dan Burung Kepodang Jarang Ya
Rp100 1999 23 2,30 2,38 Burung Kakaktua Raja Ya
Rp200 2003 23 2,30 2,38 Burung Jalak Bali
Rp500 1997 24 1,83 5,34 Almunium/Perunggu Bunga Melati Jarang
2003 27 2,50 3,10 Almunium Ya
Rp1.000 1993 26 2,00 8,60 Nikel/Perunggu Gambar "1000" dan Pohon Kelapa sawit Jarang
2010 24 1,60 4,50 Nikel & Baja Garuda Pancasila dan "1000" Angklung dan Gedung Sate Ya

* TE: Tahun Emisi
* TST: Tahun Seri Terkini
* TNP: Tahun Nilai Pertama

Uang emisi tahun 2014[sunting | sunting sumber]

Rencana semula Bank Indonesia meredenominasikan rupiah terganjal kondisi perekonomian global yang belum stabil dan pembahasan Undang-undang Redenominasi yang terhenti akibat agenda Pemilu 2014. Target semula realisasi redenominasi pada 14 Agustus 2014 akan berubah dengan wajah uang baru, yaitu Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (Uang NKRI).

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Rupiah ditempatkan sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan seluruh warga negara Indonesia.[12] Dengan demikian, Bank Indonesia tidak lagi menjadi institusi tunggal yang berwenang mencetak uang Rupiah. Nantinya Bank Indonesia harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah, yakni kementerian keuangan dalam hal rencana mencetak uang, penerbitan uang, hingga penarikan dan pemusnahan uang yang lama.

Setelah tidak lagi menjadi institusi tunggal pencetak uang Rupiah, frasa Bank Indonesia yang terdapat di setiap pecahan Rupiah saat ini akan diganti menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, perubahan lainnya pada uang NKRI nantinya adalah akan adanya tanda tangan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia dan sistem pengamanan baru anti pemalsuan pada uang kertas.

Uang emisi tahun 2016 & 2020[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 Desember 2016, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.

Desain uang baru ini sejalan dengan rencana Bank Indonesia menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp100.000.

Pecahan Rp100.000 tetap menampilkan wajah dua proklamator Republik Indonesia, yaitu Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Bertepatan dengan Hari Bela Negara Indonesia, Bank Indonesia menerbitkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam. Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.

Penggunaan gambar pahlawan pada rupiah baru juga sebelumnya sudah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-26 Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia ke-15 Agus Martowardojo.[13]

Untuk memperingati ulang tahun Republik Indonesia ke-75, Bank Indonesia mengeluarkan uang komemoratif bertajuk Uang Peringatan Kemerdekaan dengan nominal Rp75.000. Uang ini diperkenalkan kepada publik pada tanggal 17 Agustus 2020 dan mulai bisa dipesan sejak 18 Agustus 2020 melalui pemesanan daring.[14]

Ultraungu (UV-A)

Kode Tuna Netra (Blind Code)

Uang kertas

Berikut adalah gambar pahlawan di uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

  • Rp1.000 bergambar Tjut Meutia
  • Rp2.000 bergambar Mohammad Hoesni Thamrin
  • Rp5.000 bergambar KH Idham Chalid
  • Rp10.000 bergambar Frans Kaisepo
  • Rp20.000 bergambar Dr. G.S.S.J Ratulangi
  • Rp50.000 bergambar Ir. Djuanda Kartawidjaja
  • Rp75.000 bergambar Presiden Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dan Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. Mohammad Hatta
  • Rp100.000 bergambar Presiden Republik Indonesia Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno dan Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. Mohammad Hatta

Uang logam

  • Rp100 bergambar Prof. Dr. Ir. Herman Johannes [15]
  • Rp200 bergambar Dr. Tjiptomangunkusumo
  • Rp500 bergambar Letjend TNI Purn. TB Simatupang
  • Rp1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja

Selain menampilkan gambar pahlawan dan tarian tradisional, sebagai bentuk melestarikan karakteristik sebuah bangsa, uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016 ini juga menampilkan gambar destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia.

Berikut beberapa destinasi wisata yang ditampilkan dalam uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

  • Rp1.000, Banda Neira
  • Rp2.000, Ngarai Sianok
  • Rp5.000, Gunung Bromo
  • Rp10.000, Taman Nasional Wakatobi
  • Rp20.000, Kepulauan Derawan
  • Rp50.000, Pulau Padar, Taman Nasional Komodo
  • Rp100.000, Kepulauan Wayag, Raja Ampat

Berikut beberapa tarian tradisional yang ditampilkan dalam uang kertas rupiah baru dengan tahun emisi 2016.

  • Rp1.000, Tari Tifa
  • Rp2.000, Tari Piring
  • Rp5.000, Tari Gambyong
  • Rp10.000, Tari Pakarena
  • Rp20.000, Tari Kancet Ledo
  • Rp50.000, Tari Legong
  • Rp100.000, Tari Topeng Betawi

Berikut 7 gambar bunga yang ada di uang kertas baru rupiah dengan tahun emisi 2016.

  • Rp1.000, Bunga Anggrek Larat
  • Rp2.000, Bunga Jeumpa
  • Rp5.000, Bunga Sedap Malam
  • Rp10.000, Bunga Cempaka Hutan Kasar
  • Rp20.000, Bunga Anggrek Hitam
  • Rp50.000, Bunga Jepun Bali
  • Rp100.000, Bunga Anggrek Bulan

Tanda air yang sama dengan seri sebelumnya.

Uang emisi tahun 2022[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 18 Agustus 2022, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan 7 desain baru uang kertas rupiah. Gambar pahlawan masih sama dengan desain uang kertas rupiah emisi tahun 2016, namun dengan ukuran uang kertas yang lebih pendek.[16] Wajah baru uang kertas tahun emisi 2022 tetap mempertahankan gambar pahlawan nasional sebagai gambar utama di bagian depan dan bertema kebudayaan Indonesia seperti tarian, pemandangan alam , dan flora di bagian belakang.[17]

Satuan uang dalam rupiah[sunting | sunting sumber]

Subsatuan[sunting | sunting sumber]

Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan Gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku pada masa kolonial. Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai, namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.

Sebutan Nilai Keterangan
Sen (¢) Rp0,01 ada koin pecahan 1 dan 5 ¢
Cepeng, Hepeng 0,25¢ dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
Peser 0,50¢
Pincang 1,50¢
Gobang, Benggol 2,50¢
Ketip, Kelip, Stuiver (bahasa Belanda) Rp0,05 ada koin pecahannya
Picis Rp0,10 ada koin pecahannya
Tali Rp0,25 ada koin pecahan 25 dan 50 ¢
Uang 8,33¢ ⅓ tali

Supersatuan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 2 satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.

Sebutan Nilai Keterangan
Ringgit Rp2,50 pernah ada koin pecahannya
Kupang Rp1,25 ½ ringgit

Kurs rupiah terhadap dolar AS[sunting | sunting sumber]

1946–1970 Tahun Per dolar
1946-1949 ?
Nov 1949 3,80
Mar 1950 7,60
Feb 1952 11,40
Des 1956 31,00
Des 1957 49,00
Des 1958 90,00
Jul 1962 1.205,00
Agt 1965 2.295,00
Nov 1965 4.995,00
Des 1965 0,25
1966-1970 250,00
Apr 1970 378,00
1971–1997 Tahun Per dolar
Agt 1971 415,00
Nov 1978 625,00
Des 1980 626,00
Des 1982 702,50
Mar 1983 970,00
Des 1985 1.110,00
Agt 1986 1.334,00
Sep 1986 1.664,00
Des 1990 1.842,00
Des 1995 2.248,00
Jun 1997 2.350,00
Agt 1997 2.955,00
Nov 1997 3.700,00
Des 1997 5.915,00
1998–2006 Tahun Per dolar
Jan 1998 14.800,00
Feb 1998 7.400,00
Apr 1998 8.000,00
Jun 1998 16.800,00
Jun 1999 6.800,00
Okt 1999 6.500,00
Des 1999 7.900,00
Des 2000 9.725,00
2001 10.265,00
2002 9.260,00
2003 8.570,00
2004 8.985,00
2005 9.705,00
2006 9.200,00
2007–2016 Tahun Per dolar
2007 9.125,00
2008 9.666,00
2009 9.447,00
2010 9.036,00
2011 9.113,00
2012 9.718,00
2013 12.250,00
2014 ~ 12.550,00
Agt 2015 ~14.000,00
Sep 2015 ~13.500,00
Jun 2016 ~13.400,00
Agt 2016 ~13.000,00
Sep 2016 ~13.000,00
Okt 2016 ~13.100,00
Nov 2016 ~13.600,00
Des 2016 ~13.500,00
2017–2018 Tahun Per dolar
Jan 2017 ~13.300,00
Agu 2017 ~13.300,00
Sep 2017 ~13.500,00
Okt 2017 ~13.600,00
Nov 2017 ~13.500,00
Des 2017 ~13.550,00
Jan 2018 ~13.400,00
Feb 2018 ~13.700,00
Mar 2018 ~13.700,00
Apr 2018 ~13.900,00
Mei 2018 ~13.900,00
Jun 2018 ~14.400,00
Jul 2018 ~14.400,00
Agu 2018 ~14.700,00
Sep 2018 ~14.900,00
Okt 2018 ~15.200,00
Nov 2018 ~14.300,00
Des 2018 ~14.500,00
2019–2020 Tahun Per dolar
Jan 2019 ~14.050,00
Feb 2019 ~14.000,00
Mar 2019 ~14.200,00
Mei 2019 ~14.400,00
Jun 2019 ~14.100,00
Jul 2019 ~14.000,00
Agu 2019 ~14.200,00
Okt 2019 ~14.000,00
Nov 2019 ~14.100,00
Des 2019 ~13.900,00
Jan 2020 ~13.600,00
Feb 2020 ~14.200,00
Mar 2020 ~16.300,00
Apr 2020 ~15.100,00
Mei 2020 ~14.700,00
Jun 2020 ~14.300,00
Jul 2020 ~14.600,00
Agu 2020 ~14.500,00
Sep 2020 ~14.900,00
Okt 2020 ~14.700,00
Nov 2020 ~14.100,00
2021–sekarang Tahun Per dolar
Feb 2021 ~14.200,00
Mar 2021 ~14.600,00
Apr 2021 ~14.500,00
Mei 2021 ~14.300,00
Jun 2021 ~14.500,00
Agu 2021 ~14.400,00
Sep 2021 ~14.300,00
Okt 2021 ~14.200,00
Nov 2021 ~14.400,00
Des 2021 ~14.300,00
Jan 2022 ~14.400,00
Apr 2022 ~14.490,00
Mei 2022 ~14.500,00
Juni 2022 ~14.555,00
Juli 2022 ~14.975,00
Agustus 2022 ~14.845,00

Catatan:

  1. untuk tahun tahun 1965-2009[18]
  2. untuk tahun 1945-1949 rupiah masih dalam taraf mencari pengakuan dari luar negeri
  3. untuk tahun 1950-an, rupiah dipatok tinggi tetapi sebenarnya di pasar gelap rupiah diperdagangkan jauh lebih rendah
  4. untuk tahun 1950 nilai Rp7,6 per USD adalah untuk ekspor dan Rp11,4 per USD adalah untuk impor
  5. untuk tahun 1964 dasarnya adalah UU No. 32/1964[19]
  6. tahun 1965 diperkenalkan rupiah baru dengan mencoret 3 angka nol
  7. untuk tahun 1970, 1971, 1978 adalah devaluasi yang dilakukan dalam keadaan mata uang ditentukan nilainya terhadap dolar oleh pemerintah[19]
  8. diberlakukan sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali mulai tahun 1978 sampai Juli 1997[19]
  9. IMF yang dikutip Nation Master pada 1980, 1985, 1990, 1995, 2000, 2005[20]
  10. untuk tahun 1999, 2001, 2002, 2003, 2004 [21]
  11. untuk perkiraan tahun 2006[22]
  12. untuk perkiraan tahun 2007[23]
  13. untuk tahun 2008[24]
  14. untuk tahun 2009-sekarang[25]

Daftar mata uang bernama seperti rupiah[sunting | sunting sumber]

  • Rupee India (रुपया)
  • Rufiyaa Maladewa (ދިވެހި ރުފިޔ)
  • Rupee Mauritius (roupie)
  • Rupee Nepal (रूपैयाँ)
  • Rupee Pakistan (روپي)
  • Rupee Seychelles (roupi, roupie)
  • Rupee Sri Lanka (ரூபாய்)

Sudah tidak ada[sunting | sunting sumber]

  • Rupee Afghanistan
  • Rupee Bhutan
  • Rupee Burma
  • Rupee Hindia Denmark
  • Rupee Afrika Timur (Britania)
  • Rupee Hindia Prancis (roupie)
  • Rupee Afrika Timur (Jerman) (rupie)
  • Rupee Teluk
  • Rupee Hyderabad
  • Rupia Somaliland Italia
  • Ripis Jawa
  • Roepiah Hindia Belanda
  • Rúpia Hindia Portugis
  • Rupiah Riau
  • Rupee Travancore
  • Rupiah Papua Barat
  • Rupee Zanzibar

Fiksi[sunting | sunting sumber]

  • Rupee Hylia

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Indonesia) Kurs Uang Kertas Asing versi BI
  • (Indonesia) Kurs Rupiah dari sejumlah Bank terkemuka Indonesia
  • (Indonesia) Mengenali Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah
  • (Indonesia) Koleksi uang Rupiah
  • (Indonesia) Buku Panduan Uang Rupiah
  • (Indonesia) Bank Indonesia Booklet Ciri-ciri Rupiah
  • (Indonesia) Bank Indonesia Leaflet Ciri-ciri Rupiah TE2016