Prabowo-Gibran Hadir di Halalbihalal PBNU, Disambut Gus Yahya-Menag Yaqut

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menghadiri aktivitas halalbihalal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat. Kehadiran Prabowo dan Gibran dalam rangka silaturahmi.

Pantauan detikcom di Gedung PBNU, Gibran Rakabuming datang pukul terlebih dulu pukul 13.00 WIB. Gibran disambut langsung oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, hingga Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Gibran terlihat mengenakan seragam koko berwarna krem. Usai turun dari mobil Gibran menyalami Gus Yahya hingga Sekjen PBNU Gus Ipul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sekitar pukul 13.14 WIB, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie juga tiba di lokasi. Gibran berbareng jejeran PBNU dan Menag kemudian keluar Gedung untuk menyambut Prabowo Subianto.

Pukul 13.18 WIB, Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia sampai di Kantor PBNU. Ia berkelakar saat berjumpa dengan Gus Ipul.

"Ada pertanyaan, jangan tanya (Gus Ipul) kelak mau masuk partai mana," ujar Bahlil sembari tertawa.

Prabowo kemudian datang pukul 13.22 WIB. Gibran, Gus Yahya, Gus Ipul hingga Menag Yaqut menyambut kehadirannya. Prabowo pun menyalami satu per satu jejeran PBNU di lokasi.

Adapun sejumlah pejabat sudah berada di letak sebelumnya, ialah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, hingga Ketua PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Wasekjen PBNU, Sulaeman, sebelumnya mengatakan selain Prabowo-Gibran, 10 menteri dan 11 Duta Besar di Indonesia juga diundang. Menteri yang diikutsertakan di antaranya, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia.

"Silaturahmi aja, sama nahdliyin silaturahmi. Ada Dubes Emirat, ada Uni Eropa, ada Dubes Yordania, ada Dubes Amerika juga diundang," ucap Sulaeman.

"Ada Mensesneg ya, ada Pak Bappenas ya jika nggak salah, ada menteri BUMN, ada Pak Bahlil, dan banyak lagi," sambungnya.

(dwr/aik)