Mengulas lebih dalam Perbedaan FB Boost Posts dan FB Ads Manager

Bagikan

Sejarah Facebook Ads

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Facebook adalah salah satu sosial media terbesar yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan foto, video, artikel, musik bahkan kalian bebas mengutarakan opini terhadap topik tertentu. Selain terkenal sebagai platform untuk berinteraksi secara publik, Facebook juga menyediakan kemudahan untuk berinteraksi secara privat melalui fitur messanger

Ketika awal peluncurannya pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg, hingga saat ini Facebook telah banyak melakukan transformasi masif pada fitur-fiturnya. Seperti yang dilansir di website resminya, tiga tahun setelah diciptakan, pihaknya berhasil meluncurkan fitur kenamaan untuk beriklan yang dikenal dengan Facebook Advertiser atau Facebook Ads.

Selain itu, untuk memanfaatkan fitur ini, Mark Zuckerberg sangat menyarankan untuk memanfaatkan Fanspage daripada menggunakan akun Fb personal.

Sejarah Awal Kemunculan Facebook Ads

Adapun pada masa awal kemunculan Facebook Ads di tahun 2007, telah tercatat ada 60 brand yang memulai launching iklan pertama mereka menggunakan fitur ini, seperti Blockbuster, CBC, Chase, The Coca-Cola Company, Microsoft, Sony Pictures Television dan Verizon Wireless

Dewasa ini, Facebook Ads kian diminati oleh banyak kalangan baik dari profesional ataupun pebisnis UMKM. Meskipun banyak orang meduga jika Facebook adalah channel yang kuno, namun kenyataannya Facebook masih memiliki market yang cukup menjanjikan,

Bagi kalian yang sudah bergelut lama dengan dunia periklanan, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan Boost Posts dan Ads Manager, ya! Meskipun sama-sama platform untuk beriklan tapi ternyata terdapat perbedaan yang perlu kalian ketahui secara mendalam.

Perbedaan Facebook Boost Posts dan Facebook Ads Manager

Dari segi fitur

Pada laman Facebook for business jika Boost Post adalah cara untuk re-engage posts yang sebelumnya sudah pernah di post ke target audiens yang lebih luas. Untuk memanfaatkan Facebook Boost Posts hal yang perlu kalian lakukan adalah:

  1. Menentukan target audiens
  2. Mengatur maksimal budget
  3. Memperkirakan berapa lama boost post akan berlangsung

Ads Manager

Ketika masih banyak perdebatan terjadi terhadap Boost Posts yang dianggap bukan platform iklan lantaran keterbatasan fitur yang ditawarkan, lain halnya dengan Ads Manager. Meskipun begitu, banyak orang sepakat jika Ad Manager adalah salah satu channel untuk beriklan paling menjanjikan yang Facebook miliki.

Contohnya seperti channel beriklan kebanyakan, Ads Manager dianggap mampu bersaing dengan channel iklan lain yaitu Google Ads. 

Perlu kamu ketahui bahwa Boost Posts hanya akan menargetkan engagement dan brand awareness, Ads Manager menawarkan fitur yang lebih komplek dan sangat membantu kalian dalam menerapkan marketing funnel.

Terdapat 3 objektif yang dapat kalian pilih untuk beriklan, meliputi: Awareness, Consideration dan Conversion.

Hal Yang Bisa Kalian Lakukan

Lalu, kira-kira hal apa saja yang bisa kalian lakukan menggunakan Ads Manager?

  1. Dapat memilih placement dalam beriklan. Jika boost post biasanya akan muncul di feed, Ads Manager  akan muncul tidak hanya di Facebook tapi juga di Instagram.
  2. Dapat memilih spesifik objektif iklan. Tentunya akan membantu memudahkan dalam mencapai goals yang sudah di tentukan. 
  3. Dapat mengkreasikan kreatif iklan baik dari segi visual ataupun copynya.
  4. Dapat kalian gunakan untuk menargetkan secara lebih advanced. Misal melakukan retargeting dengan custom audience.

Dari cara beriklan

Boost Posts

Pada Boost Post, sebelum memulai memanfaatkannya kalian harus pastikan tentang 2 hal ini, yaitu memiliki Fb Page dan memahami role yang memungkinakan kalian untuk dapat beriklan.

Inilah langkah-langkah untuk dapat beriklan dengan Boost Posts:

  1. Menuju ke laman Fanspage kalian
  2. Menentukan post yang akan diboost. Bisa berbentuk Job, Event atau video post
  3. Memilih tombol “boost post”. Kalian dapat menemukannya di ujung sebelah kanan. Jika terjadi kendala terhadap tombol “boost post”, ada kemungkinan bahwa post kalian tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang telah pihak Facebook tetapkan. Solusinya, kalian bisa mengunjungi laman ini.
  4. Mengatur details dari post yang akan diboost. Sayangnya, kalian tidak diperkenankan untuk mengedit gambar/video dan caption di post kalian karena hal itu akan secara otomatis diatur oleh pihak Facebook. Tetapi jangan khawatir, kalian tetap boleh untuk mengatur faktor di bawah ini, meliputi:
  • Audiens

Kalian bisa mengatur audiens yang akan kalian targetkan di sini. Namun, jika iklan kalian adalah iklan yang masuk dalam kategori spesial ads, ada beberapa aturan yang harus kalian perhatikan.

  • Total Budget

Bisa memilih budget yang sudah pihak Facebook rekomendasikan ataupun custom sesuai budget yang kalian miliki.

  • Durasi

Mengatur berapa lama iklan akan berjalan

  • Metode pembayaran

Tak hanya itu, kamu juga bisa memilih metode pembayaran yang kalian anggap paling nyaman. Apabila kalian ingin mengganti metode pembayaran, silahkan kunjungi laman ini untuk informasi selanjutnya.

  1. Setelah kalian rasa cukup, barulah kalian dapat memboost post dengan mengklik tombol “Boost”. 

Ads Manager

Sedangkan pada Ads Manager, sebelum meluncur untuk menjajal beriklan dengan Ads Manager baiknya kita kenali dahulu istilah-istilah yang ada di dalamnya. Hal ini bertujuan agar Sobat Bizlab tidak mengalami kesulitan di tengah jalan.

Istilah-istilah pada Ads Manager

  1. Facebook Business Manager

Menurut Xendit, Facebook Business Manager memungkinkan para pengiklan mengelola proses marketing mereka di dalam satu tempat, dan dapat berbagi akses ke suatu aset untuk seluruh tim, agen mitra, dan vendor mereka. Sederhananya, kalian dapat mengelola segala sesuatu di Facebook Business Manager.

  1. Ads Manager

Dari halaman Ads Manager kalian bisa mengukur sejauh mana performa iklan yang sedang kalian jalankan berdasarkan metrik tertentu. Di Ads Manager pula, kalian dapat mengaktifakan dan mematikan iklan. Selain itu, di dalam dashboard Ads Manager terdapat menu campaign, adset dan ad.

  1. Objektif

Objektif adalah tujuan menjalankan iklan dalam rangka mencapai goals jangka panjang. Objektif berisi tujuan-tujuan yang dapat mempengaruhi ketercapaian dari sebuah goals dan umumnya bersifat lebih pendek jika dibandingkan dengan goals. Lazimnya, Objektif di Facebook terbagi menjadi 3 bagian besar yaitu Awareness, Consideration dan Conversion.

  1. Events Manager

Pada menu ini Sobat Bizlab dapat memilih sumber data yang akan kalian tanami Pixel. Adapun 3 sumber data yang tersedia yaitu website, aplikasi dan offline (bukan website dan aplikasi). Tidak hanya itu saja, pada dashboard events manager kalian dapat memonitor event/kejadian yang sebelumnya sudah kalian atur di sumber data.

Adapun default events yang sudah Facebook sediakan meliputi; Page View, View Content, Add to Chart dan Checkout.

Namun, tidak perlu khawatir karena kalian tetap bisa mengatur events berdasarkan objektif kalian.

  1. Facebook Pixel

Facebook Pixel atau singkatnya Pixel adalah tools yang dapat kalian gunakan untuk merekam data dari sumber data, baik website ataupun aplikasi. Karena cara kerja Pixel hampir sama dengan cara kerja cookies, Pixel sering digunakan dengan tujuan menargetkan kembali audiens atau istilahnya retargeting.

  1. AME

AME adalah sebuah istilah bagi akun Facebook Ads yang dibaned oleh pihak Facebook karena terdapat indikasi pelanggaran terhadap ketentuan beriklan dengan Facebook Ads. Dengan AME maka kalian tidak bisa lagi untuk mengelola iklan yang telah tayang maupun Fanspage kalian. Artinya kalian harus membuat Akun Facebook Manager baru.

  1.  Campaign

Menu campaign terletak di dalam Ads Manager. Pada menu ini kalian bisa menentukan Objektif dan A/B testing jika kalian rasa memerlukannya. Untuk 1 campaign hanya berlaku untuk 1 kali iklan saja. Selain itu, pada 1 campaign kalian bisa menambahkan beberapa adset dan ad.

  1. Adset

Menu Adset berada di dalam Ads Manager bersebelahan dengan menu campaign. Pada menu ini kalian bisa mengatur sumber data, melakukan targeting audiens, mengatur placement iklan, optimisasi iklan, serta mengatur budget sekaligus menjadwalkan iklan.

  1. Ad

Menu ad berada di sebelah adset dan biasanya berisi tentang materi iklan baik dari segi copy maupun kreatif.

  1.  Custom Audience

Custom Audience adalah kumpulan data berupa email, nomer telepon, data pixel yang Facebook kumpulkan dari orang-orang yang pernah mengunjungi sumber data kalian, baik website ataupun aplikasi. Data ini adalah milik kalian seutuhnya dan bisa kalian gunakan sebagai target iklan selanjutnya.  Lebih seperti sebuah rekaman data-data orang-orang yang tertarik dengan iklan yang kalian jalankan.

  1. Boncos

Boncos adalah sebuah keadan dimana objektif campaign yang kalian dapatkan masih belum sesuai target. Dengan kata lain, budget yang kalian keluarkan untuk beriklan masih terlalu tinggi dan hasilnya belum sepadan dengan hasil (iklan kurang optimal). Dalam dunia periklanan hal ini lumrah terjadi sehingga kalain perlu melakuakn testing untuk mendapatkan Winning campaign. 

12. LookAlike Audience

Sementara itu, lookalike audience adalah target audience yang memiliki kemiripan dengan custom audience. Singkatnya, Facebook akan mencarikan audiens yang memiliki kemiripan dengan audiens terbaik pada custom audience. Sangat disarankan, jika kalian menggunakan skala 1-5% pada saat menggunakan lookalike audience.

Tutorial cara membuat iklan menggunakan Ads Manager

Dari segi waktu

Sebelum memutuskan platform untuk beriklan, pastikan Sobat Bizlab telah menentukan objektif yang akan dicapai. Seperti contoh kasus jika kalian menargetkan untuk mendapatkan engagement yang tinggi dalam rangka meningkatkan brand awareness, Boost Posts bisa menjadi pilihan. Karena dengan fitur yang dimiliki Boost Posts sangat potensial untuk meningkatkan visibilitas Fanspage dari brand kalian.

Namun, jika kamu ingin menjalankan iklan yang lebih advanced seperti melakukan retargeting, mengaplikasikan marketing funnel, mendrive sales di website, sangat disarankan untuk menggunakan Ads Manager.

Rekomendasi Metrik

Metrik adalah alat ukur yang dapat kalian gunakan untuk mengetahui performa iklan kalian. Dikarenakan jenis metrik sangatlah banyak, kalian tidak diharuskan untuk menggunakan semua metriks yang ada.

Perlu diingat, metrik yang akan kalian pilih hendaknya disesuaikan dengan objektif dari iklan kalian, ya!

Boost Posts

Berdasarkan website Facebook Business Help, untuk menentukan pengguanaan metrik, kalian dapat membedakan iklan kalian berdasarkan kategori. Untuk lebih jelasnya lihat penjelasan dibawah ini ya!

  1. Jika post yang kalian boost tersedia dalam bentuk gambar, maka metrik yang bisa kalian gunakan adalah engagement. Engagement adalah banyaknya aksi yang audiens lakukan dengan postingan kalian, contohnya: jumlah like, jumlah komentar dan jumlah share.
  2. Pada saat post kalian dalam bentuk video, metrik yang cocok adalah ThruPlays. Dengan metrik jenis ini kalian akan mengetahui jumlah orang memutar iklan kalian sesingkat-singkatnya 15 detik.
  3. Post dengan call to action akan sangat di rekomendasikan untuk menggunakan metrik Link Cliks. Dengan begitu, kalian akan lebih mudah untuk mengetahui berapa jumlah audiens yang mengarah ke profil FB, Instagram, website dan lain-lain.
  4. Untuk post jenis lowongan pekerjaan, kalian bisa menggunakan metrik On-Facebook Workflow Completions. Metrik ini menandakan banyaknya workflow yang berhasil didapat.
  5. Post yang bertujuan untuk mengiklankan event tertentu yang mengharuskan audiens untuk membeli tiket terdahulu, maka metrik yang dapat kalian manfaatkan adalah Link Cliks. Nantinya, audiens akan diarahkan menuju landing page yang berisi informasi mengenai cara pembelian, harga tiket dan semacamnya.
  6. Sedangkan untuk mengiklankan event tanpa tiket, metrik yang dapat kalian pakai adalah Event Response. Metrik jenis ini menghitung seberapa banyak audiens yang tertarik untuk bergabung di event Facebook yang kalian buat.

Ads Manager

Untuk Ads Manager, Bizlab sangat merekomendasikan metrik dibawah ini, meliputi:

MetrikArti
CliksKalian dapat menggunakan Link Clicks/Clicks to website, app atau semacamnya.
ImpresiBanyaknya iklan kalian dilihat oleh audiens
ViewJika format iklan kalian dalam bentuk video, maka metrik ini bisa menjadi pertimbangan
EngagementDapat berupa like, komen, share, review
CPCBanyaknya uang yang harus kalian bayar saat iklan kalian diklik
CPMBanyaknya uang yang harus dikeluarkan untuk 1000 impresi yang kalian dapatkan dari iklan
CPEBanyaknya uang yang kalian bayarkan saat audiens melakukan 1 aksi berupa like, komen, share, review
ReachBanyaknya audiens yang dijangkau oleh iklan kalian
CTRJumlah cliks per impresi. Lazimnya, disajikan dalam bentuk persentase
CPCVUang yang harus kalian bayarkan saat audiens menonton iklan secara full. Biasanya, metrik ini digunakan pada iklan yang berbentuk video
Conversion/konversiBentuknya bermacam-macam tergantung dari goals kalian
CRConversion per clicks
CPRBanyaknya uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan 1 hasil
ROASUntuk mengukur seberapa optimal ikaln kalian. Caranya dengan membagi antara Gross Revenue dengan Budget untuk beriklan

Nah, itu adalah beberapa perbedaan paling kentara antara Boost Posts dan Ads Manager yang sudah Bizlab rangkum untuk kalian. Semoga bermanfaat! 

Bizlab adalah marketplace untuk belajar skill profesional yang sedang dibutuhkan di berbagai sektor industri saat ini. Kunjungi situs https://subsdaily.com/ untuk mengikuti konten pendek favorit (micro-content) mengenai up-skill yang akan dikirim via WhatsApp atau Email pribadimu.

Yuk, tunggu apalagi? Kembangkan kemampuanmu dan klik link nya, ya!

Sumber:

  1. Facebook
  2. Facebook for business
  3. Facebook Page
  4. Xendit
  5. Facebook Business Help

Leave a Reply