√ Pengertian Asimilasi, Ciri, Syarat, Proses, Faktor dan Contohnya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Pendidikan.Co.Id – Asimilasi merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Inggris “assimilation”. Istilah penggunaan kata tersebut diperlukan dalam memberikan penjelasan terhadap sektor perubahan sosial masyarakat dan juga sktor perubahan didalam kebudayaan. Dibawah ini untuk pengertian asimiasi secara singkatnya adalah suatu corak asosiatif (interakasi sosial) yang positif.

Pengertian Asimilasi, Ciri, Syarat, Proses, Faktor dan Contohnya

Pengertian Asimilasi

Pengertian asimilasi merupakan suatu proses perpaduan dua (2) kebudayaan alias lebih yang terjadi di dalam kehidupan masyakat, hingga membentuk suatu kebuayaan baru yang dapat/bisa diterima dan diakomoadasi oleh beragam pihak.

Untuk dapat mengerti lebih dalam lagi mengenai asimilasi ini maka kita dapat merujuk pada beberapa pendapat Menurut para ahli, arti asimilasi diantaranya :

Merupakan suatu proses perubahan sosial didalam masyarakat yang terjadi disebabkan lantaran adanya perkembang serta juga hubungan hubungan sosial yang terus menerus dan juga serius. Kondisi itulah pada akhirnya mendorong masyarakat untuk membaurkan kebudayaan yang ada didalam upaya mengakomodir seluruh pihak dalam menata corak keteratauran sosial yang sudah ada.

Definisi asimilasi merupakan tahap kedua dari proses perubahan sosial budaya didalam masyarakat. Adapun didalam pandanganya itu, terbentuk asimilasi ini di latar belakangi dengan akulturasi terlebih dahulu. Hal tersebut sebagai syarat absolut untuk menciptkan kebudayaan baru serta juga diterima masyarakat, tanpa adanya bentrok sosial.

Asimilasi merupakan istilah yang dipergunakan untuk memberikan penjelasan tentang penggabungan dua (2) unsur kebudayaan dalam masyarakat. Asimilasi dalam perihal ini, lebih sederhana serta singkat. Lantaran dalam pandangan garbarino, pengertian asimilasi adalah kata serapan alias juga campuran keinginanan-keinginan masyarakat.

Dari pengertian asimilasi menurut para mahir di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa pengertian asimilasi (assimilation) merupakan suatu proses penyesuaian sifat-sifat original yang dimiliki dengan sifat-sifat lingkungan sekitar. Sifat-sifat itulah yang pada akhirnya bakal membentuk keteraturan sosial, termasuk budaya alias juga kebiasaan. Hal tersebut lantaran pembaharuan yang dianggap sesuai dengan kehendak dalam masyarakat.

Ciri-Ciri Asimilasi

Karakteristik alias juga karakter asimilasi, menurut Gillin serta Gillin sebagai seorang mahir yang sering memberikan teori sosiologi serta  tokohnya ini. Memberikan penjelasan bahwa suatu proses sosial tersebut dikategorikan pada asimilasi andaikan mempunyai ciri-ciri diantaranya sebagai berikut;

  • Berkurangnya perbedaan disebabkan lantaran adanya usaha-usaha untuk mengurangi serta juga menghilangkan perbedaan antarindividu alias juga kelompok.
  • Mempererat kesatuan tindakan, sikap, serta emosi dan juga memperhatikan kepentingan &  tujuan bersama.
  • Tiap-tiap perseorangan sebagai golongan dalam melakukan hubungan secara langsung serta intensif secara terus-menerus.
  • Tindakan seseorang dalam memberikan peninjauan terhadap kebudayaan lainnya demi terwujudunya kepentingan umum. Maksudnya adalah dalam peninjauan yang dilakukan tersebut dianggap bakal bisa mengakomodasi kemauan itu secara berbareng dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh karena itulah asimilasi ini seringkali juga di definisiskan adalah sebagai proses sosial pada tahap lanjut alias juga tahap penyempurnaan. Maksudnya, asimilasi ini terjadi setelah melalui tahap kerja sama serta juga akomodasi.

Proses Terbentuknya Asimilasi

Oleh karena itulah proses terbentuknya asimilasi didalam masyarakat ini dapat terjadi andaikan terdapat hal-hal seperti yang bakal diuraikan dibawah ini :

  • kelompok (golongan) manusia dengan latar belakang kebudayaannya yang berbeda-beda
  • Saling bergaul/bersosial secara langsung dan dilakukan dengan secara intensif untuk waktu yang lama;
  • Kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing itu berubah sifatnya yang khas, serta juga unsur-unsurnya berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

Syarat Asimilasi

Syarat dari terbentuk asimilasi yang terdapat di dalam kehidupan bermasyarakat, diantaranya sebagai berikut;

  • Terdapat sejumlah golongan yang mempunyai kebudayaan berbeda.
  • Terjadi interkasi sosial yang terjadi antara inividu serta golongan sosial, itu secara terus menerus, serta  intensif.
  • Kebudayaan yang terdapat di setiap contoh golongan sosial masyarakat itu berubah-ubah dalam upaya penyesuaikan diri dengan perkembangan, termasuk juga penyesuaian dengan kondisi globalisasi yang terjadi.

Selain dari persyaratan absolut serta menyeluruh di dalam terbentuknya asimilasi itu, setidaknya terdapat beragam faktor-faktor yang bisa menjadi pendorong serta penghalangnya. Untuk penjelasan mengenai faktor-faktor didalam asimilasi, antara lain sebagai berikut;

Faktor Asimilasi

Beragam aktivitas manusia yang bisa memberikan penyempurnaan/pendorong dalam asimilasi alias penghambat dalam asimilasi. Faktor pendorong didalam asimilasi antara lain adalah sebagai berikut;

Faktor Pendorong Asimilasi

  • Sikap toleransi
  • Kesempatan yang sama dalam bagian ekonomi.
  • Sikap menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaannya.
  • Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
  • Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan universal.
  • Perkawinan campuran antarkelompok yang berbeda budaya.
  • Adanya musuh berbareng dari luar.

Faktor Penghambat Asimilasi

Adapun untuk faktor-faktor penghambat asimilasi di dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Pengambat asimilasi adalah adanya kebudayaan dalam masyarakat yang terisolasinya dari perkembangan zaman, alias juga apalagi dalam perihal ini kebudayaan yang itu memilih untuk menutup diri serta juga tetap kekeh pada pendiriannya. Contohnya seperti, dalam kasus kehidupan suku pedalaman Baduy, Provinsi Banten serta juga Suku Pedalaman di Padang, Sumatra Barat.
  • Minimnya wawasan serta juga pengetahuan mengenai beragam kemajuan yang ada.
  • Terdapatnya prasangka negatif didalam masyarakat terhadap golongan baru yang datang di lingkuangnnya.
  • Perbedaan mencolok pada ciri-ciri fisik, yang akhirnya itu membikin masyarakat berprasangka beda serta juga malah memunculkan masalah-masalah sosial.
  • Adanya kekuasaan yang di dapatkan oleh golongan kebanyakan yang mempersoalkan adanya budaya baru didalam masyarakat, gangguan tersebut dapat corak patokan yang ketat alias juga dalam corak penindasan didalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh Asimilasi di Indonesia

Beragam aktivitas serta contoh yang dapat kita jadikan refrensi untuk memahami asimilasi itu misalnya saja yang sangat dekat dengan kehidupan kita, ialah Musik Dangdut. Musik dangdut ini merupakan salah satu corak asimilasi yang di dapatkan oleh masyarakat Indonesia dari peleburan didalam Musik India. Keberadaan musik dangdut di Indonesia ini dianggap sesuai dengan gambaran musik tradisional sehingga masyarakat luas dapatdengan mudah menerimanya.

Contoh Asimilasi Budaya

Aspek yang lainnya, dari proses asimilasi yang melekat adalah budaya/kebudayaan. Contoh dari asimilasi dalam budaya ini misalnya seperti dalam aliran Agama Hindu dikenal dengan adanya peringatan 3 harian, 7 harian, 40 harian. Sebab sejarah Agama Hindu itu menjadi kepercayaan pertama masyarakat Indonesia, serta lambat laun Islam datang.

Tradisi tradisional tersebut kemudian di lakukan penyesuaian dengan budaya setempat. Dan dalam Agama Islam sampai saat ini juga banyak yang melakukan peringatan 3 harian, 7 harian, dan juga 40 harian. Meski dalam corak yang berbeda tradisi ini seolah sudah mendarah daging didalam kehidupan masyarakat, tanpa adanya bentrok sosial yang bisa mengacauakan keteraturan sosial.

Contoh Asimilasi dalam Kehidupan Seharai-hari

Contoh lainnya, mengenai asimilasi didalam kehudupan sehari-hari misalnya saja seperti dalam penggunakan sendok makan, yang umumnya sendok makan adalah prilaku yang banyak dilakukan oleh masyarakat di Eropa/barat, sebagai jejak jajahan negara Eropa, akhirnya prilaku tersebut kemudian di contoh dalam kehidupan masyarakat kita, sampai saat ini.

Contoh Asimilasi dalam Masyarakat

Terakhir mengenai contoh-contoh asimilasi didalam masyarakat, misalnya saja seperti soal pengenalan dengan busana bikini yang banyak disebarluaska oleh turis asing, selain dari itu juga ada pacaran, mengandung di luar nikah, serta lain sebaginya. Segala kejadian tersebut banyak terjadi di masyarakat Indonesia, andaikan tidak dilakukan antisipasi yang baik, maka lambat laut budaya jelek yang dapat menakut-nakuti identitas masyarakat Indonesia ini dapat menjadi salah satu corak asimilasi.

Nah itulah penjelasan mengenai Pengertian Asimilasi, Ciri, Syarat, Proses, Faktor, dan Contoh, semoga dapat berfaedah untuk anda. Terima kasih