Pembicaraan:Orang Tionghoa Indonesia

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Subjek artikel ini kontroversial dan isinya mungkin dipertentangkan. Apabila ingin memperbarui artikel, bersikaplah berani, namun jangan sembarangan melakukannya. Jangan ragu untuk mencoba memperbaiki artikel, tetapi jangan tersinggung jika perubahan Anda dibatalkan; alih-alih, datanglah ke halaman pembicaraan untuk mendiskusikannya. Artikel harus ditulis dengan sudut pandang netral. Sertakan kutipan saat menambahkan konten dan pertimbangkan untuk menandai atau menghapus informasi yang tidak bersumber.

Selama ini Rakyat Indonesia menganggap suku Tiongha merupakan minoritas termasuk kaum Tionghoa sendiri.Padahal kalo diliat jumlah penduduknya yg lebih 10 juta,bahkan ada yg mengatakan 30 juta,maka suku Tionghoa bisa dibilang cukup dikategorikan MAYORITAS.Coba aja bandingkan dengan suku Banjar 4,5 juta,Bali 5 juta,Bugis 4 juta,Aceh 3,5 juta,Minang 8 juta.

Jadi menurut saya jika kita banding2kan dengan data di atas,suku Tionghoa merupakan termasuk Mayoritas.Kecuali kalo kita mengkategorikannya seperti ini INDONESIA dan TIONGHOA.

Definisi mayoritas adalah lebih dari 50%. --Xyz or die 11:20, 30 Juli 2006 (UTC) Kalo yg disebut mayoritas adalah lebih dari 50%,maka di Indonesia tidak ada yg bisa disebut suku Mayoritas. Mayoritas atau minoritas bukan hanya terbatas pada konteks jumlah, namun juga peranan dalam politik, ekonomi dan aspek lainnya. Rinto Jiang 14:35, 31 Juli 2006 (UTC) Nah kalo itu lain lagi kategori mayoritasnya.Sebab di mana-mana yg namanya mayoritas itu ya dari segi jumlah. Peranan dalam politik, ekonomi dan aspek lainnya itu tolok ukurnya apa? Kalau disebut suku Tionghoa itu minoritas dalam politik karena sampai sekarang cuma ada sedikit politisi dari suku ini, maka itu juga konteksnya jumlah. --Xyz or die 16:24, 18 Agustus 2006 (UTC) Mungkin cara pandangnya dari pembandingnya dan ruang lingkupnya, kalau ruang lingkup yang kita omongin indonesia, suku tionghoa dianggap minoritas karena pembandingnya adalah orang indonesia asli ditotal lagi :) (melayu+jawa+sunda), kalau ruang lingkupnya lebih kecil (misal propinsi/kabupaten) bakal lebih terasa lagi minoritasnya. Misal walaupun jumlahnya let's say 10 jt, tapi di jawa barat cuma 2 jt (seklai lagi ini cuma misal) maka tetap dianggap minoritas karena suku sunda jauh lebih banyak dari itu dst dst. Btw mayoritas/minoritas selalu dalm konteks jumlah. Wiendietry Japri 11:16, 3 Agustus 2006 (UTC) "Setelah negara Indonesia terbentuk, maka otomatis orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia haruslah digolongkan menjadi salah satu suku dalam lingkup nasional Indonesia setingkat dan sederajat dengan suku-suku bangsa lainnya yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia."

perlu diperbaiki tidak ya? Kedengaran kayak ajakan gitu. Hayabusa future 15:06, 2 Jul 2005 (UTC)

Ya sebaiknya diubah sedikit. Meursault2004 15:12, 2 Jul 2005 (UTC) Hm, mau diubah seperti apa yah? Menurut saya ini saya tuliskan karena masih ada perbedaan yang dialami oleh suku Tionghoa di Indonesia, seperti dalam bentuk SBKRI dan lain2. Jadi, masih ada perlakuan Tionghoa sebagai warga negara "setengah asing". Selain itu, juga sebagai tuntutan kepada orang Tionghoa sendiri untuk menyadari adalah sebagai bagian integral dari negara Indonesia. Mohon petunjuknya dari teman2. Wikipedia hanya boleh memuat fakta-fakta, bukan pendapat atau keinginan penulis. Jadi kalau diubah, mungkin seperti ini: "Setelah negara Indonesia terbentuk, harapan orang-orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia untuk diperlakukan setingkat dan sederajat dengan suku-suku bangsa lainnya di Indonesia tidak terpenuhi sepenuhnya, akibat masih adanya diskriminasi. Hal ini telah cukup berubah sejak bergulirnya era Reformasi, di mana pemerintah menghapuskan beberapa peraturan-peraturan yang dianggap diskriminatif terhadap suku Tionghoa. Meskipun begitu, ternyata dalam prakteknya masih ada saja pihak-pihak yang masih mewajibkan penurutan terhadap peraturan-peraturan tersebut." Hayabusa future 07:22, 3 Jul 2005 (UTC) Kalimat terakhir saya ga tau apa mau dimasukin ya... tapi saya pernah baca kalo buat paspor saja ternyata masih banyak yg diminta SKBRI, meski katanya sdh dihapus. Kalau perubahan ini kurang jelas atau sulit dimengerti, silakan diubah lagi seperlunya. Hayabusa future 07:22, 3 Jul 2005 (UTC)

Sebaiknya dibuat sebuah paragraf berbeda yang membahasa hal-hal seperti ini. Meursault2004 07:31, 3 Jul 2005 (UTC)

Ah iya, benar juga. Hayabusa future 09:14, 3 Jul 2005 (UTC) Iya, saya sarankan untuk dikelompokkan ke dalam sub judul "Tionghoa Sekarang Ini" saja.Rinto Jiang 09:18, 3 Jul 2005 (UTC)

Halah, diskusi dari tahun 2005 ngga ada follow upnya sampe 2008, udah dirubah yah, walaupun tergelitik menaruh "de facto" diujung kalimatnya... Serenity (bicara)

Sungguh sedih ternyata dalam bahasa english articel ini mengalami banyak usaha merubah nya menjadi hanya pemberontakan kecil (riot) fakta berbicara bahwa sungai saja berubah nama menjadi sungai angke.Daimond 14:04, 12 November 2006 (UTC)

Menurut saya populasi yang hanya 1.739.000 (sensus 2000) harus kita ganti karena jumlah tersebut tidak masuk akal. Setidaknya bisa kita gunakan data perkiraannya G.W. Skinner tahun 1963, yaitu sekitar 2.5 juta orang. Bila tidak ada yang berkeberatan, maka akan segera saya ubah-suai. Salam, Naval Scene (bicara) 22:09, 1 Agustus 2008 (UTC)

Ya ubah saja.. Serenity (bicara) OK, done. Naval Scene (bicara) 19:10, 18 Agustus 2008 (UTC) Yang tahun 2000 kan di referensinya data BPS, bagaimana mungkin populasi terus berkurang pada tahun 2000 dibanding tahun2 lama. saya pernah mau ubah data en: tapi ada yg keukeuh banget menaruh data itu di infobox dan sampai kini masih ditampilkan, yang Skinner juga udah jaman jebot kali. Data yang Taiwan masih bisa dipercaya. di en: dikasih jumlahnya masing-masing propinsi yang pnya populasi mayoritas dari link [1], kalo dari daerah yg lain ditiadakan bahkan kalo cuma ada misalnya 100 , 200 dsb misalnya, bukankah itupun kalau dijumlahkan bisa menjadi suatu populasi? (ini distorsi?). memang artikel ini butuh kepastian referensi data pemerintah (BPS). tapi cari data akuratnya kok susah sekali. di situs BPS tampaknya tidak ditemukan. 02Wahyudi_Won (bicara) 03:53, 22 November 2010 (UTC)

sebenarnya agama yg di anut orang Tionghoa mayoritas Kristen atau Buddha? setahu saya kalau dari Jawa, Bali atau Jakarta yang saya kenal pasti Beragama Kristen, tetapi kalau dari Medan atau kalimantan biasanya Buddhis.

emang masalah ya?

Excuse me for writing in English as I'm coming from English Wikipedia. Why are the portrait galleries from the infoboxes of articles about ethnic groups still allowed in Indonesian Wikipedia? It was banned with consensus long ago in English Wikipedia.[1] Even here in Indonesian Wikipedia, the execution seems disparate. Some Indonesian ethnic groups such as Suku Jawa have a staggering huge list of portraits, while others completely eliminated the gallery and followed the style of English Wikipedia. What are the reasoning behind the persistent use of portrait gallery, as well as the selective and patchy application of it?

For your information, here are the Indonesian ethnic groups with portrait gallery:

  • Suku Jawa
  • Suku Batak
  • Tionghoa-Indonesia
  • Suku Gorontalo
  • Suku Minahasa.

I've removed them but Pengguna:Herryz kept reverting them without any particular reason, and hasn't responded to my question on his talk page.

Meanwhile, here are the ethnic groups that don't have the portrait gallery (as of this moment I'm posting this topic): Suku Sunda, Suku Madura, Suku Betawi, Orang Minangkabau, Suku Bugis, Suku Melayu, Suku Banten, Suku Banjar, Suku Bali, Suku Sasak, Suku Dayak, Suku Makassar, Suku Cirebon, Suku Jambi, Suku Lampung, Suku Nias. Actually it was me who removed the gallery from many of them, you can check the edit history. And don't get me started on non-Indonesian nationalities. It's even more patchy and selective. For example, on what criteria are the figures selected on the infobox of Bangsa Arab? Why is there no portrait gallery on the infobox of Bangsa Slavia? I can go on and on and on.

terjemahan google (and my patchy edit):[sunting sumber]

Permisi saya menulis dalam bahasa Inggris (dan ini terjemahannya) karena saya berasal dari Wikipedia bahasa Inggris. Mengapa galeri potret di infobox artikel tentang suku masih diperbolehkan di Wikipedia bahasa Indonesia? Ini telah dilarang dengan konsensus sejak lama di Wikipedia bahasa Inggris.[2] Bahkan di Wikipedia bahasa Indonesia, eksekusinya tampaknya berbeda. Beberapa kelompok etnis Indonesia seperti Suku Jawa memiliki daftar galeri potret yang sangat besar, sementara yang lain benar-benar menghilangkan galeri dan mengikuti style Wikipedia bahasa Inggris. Apa alasan di balik penggunaan galeri potret yang terus-menerus, serta penerapannya yang selektif dan tidak merata?

Sekadar informasi, berikut adalah suku bangsa Indonesia dengan galeri potret di infobox:

  • Suku Jawa
  • Suku Batak
  • Tionghoa-Indonesia
  • Suku Gorontalo
  • Suku Minahasa

Saya telah menghapusnya tetapi Pengguna:Herryz terus mengembalikannya tanpa alasan tertentu, dan belum menanggapi pertanyaan saya di halaman pembicaraannya.

Sedangkan suku-suku yang tidak memiliki galeri potret ini adalah (saat saya menambahkan topik ini): Suku Sunda, Suku Madura, Suku Betawi, Orang Minangkabau, Suku Bugis, Suku Melayu, Suku Banten, Suku Banjar, Suku Bali, Suku Sasak, Suku Dayak, Suku Makassar, Suku Cirebon, Suku Jambi, Suku Lampung, Suku Nias. Sebenarnya saya yang menghapuskan galeri dari sebagian besar ini. Anda dapat simak dalam riwayat edit. Dan apalagi dengan kewarganegaraan non-Indonesia. Ini bahkan lebih tambal sulam dan selektif. Misalnya, berdasarkan kriteria apa tokoh-tokoh tersebut dipilih di infobox Bangsa Arab? Mengapa tidak ada galeri potret di infobox Bangsa Slavia?

JahlilMA (bicara) 25 Maret 2022 22.57 (UTC) JahlilMA (bicara) 25 Maret 2022 22.57 (UTC)Balas

Hello fellow editors,

I have found one or more external links on Orang Tionghoa Indonesia that are in need of attention. Please take a moment to review the links I found and correct them on the article if necessary. I found the following problems:

  • https://www.culturaldiplomacy.org/academy/index.php?chinese-diaspora is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20210927053139/https://www.culturaldiplomacy.org/academy/index.php?chinese-diaspora to the original URL.
  • https://www.nytimes.com/1998/12/12/news/indonesias-ethnic-chinese-find-a-haven-for-now-but-their-future-is.html is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20200910130907/https://www.nytimes.com/1998/12/12/news/indonesias-ethnic-chinese-find-a-haven-for-now-but-their-future-is.html to the original URL.
  • https://dictionaryofsydney.org/entry/indonesians is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230326220015/https://dictionaryofsydney.org/entry/indonesians to the original URL.
  • https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41736620/ is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20220929070237/https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41736620 to the original URL.
  • https://www.thejakartapost.com/youth/2016/08/30/why-its-important-to-talk-about-chinese-indonesians-or-chindos.html is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230323021533/https://www.thejakartapost.com/youth/2016/08/30/why-its-important-to-talk-about-chinese-indonesians-or-chindos.html to the original URL.
  • http://www.suaramerdeka.com/harian/0702/18/nas04.htm is considered to be dead, however has been found to be alive. Recommend removing the dead flag from the URL.
  • http://www.sinarharapan.co.id/berita/0612/09/opi01.html is considered to be dead, however has been found to be alive. Recommend removing the dead flag from the URL.
  • http://www.ocac.gov.tw/download.asp?tag=P&file=DownFile/File_9894.pdf&no=9894 is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20190107061833/http://www.ocac.gov.tw/download.asp?tag=P&file=DownFile%2FFile_9894.pdf&no=9894 to the original URL.
  • https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/temali/article/view/11200 is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230107095027/https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/temali/article/view/11200 to the original URL.
  • http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg36771.html is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230404054045/https://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg36771.html to the original URL.
  • https://www.merdeka.com/khas/geger-pecinan-saat-laskar-tionghoa-jawa-bersatu-melawan-voc.html is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20220922144825/https://www.merdeka.com/khas/geger-pecinan-saat-laskar-tionghoa-jawa-bersatu-melawan-voc.html to the original URL.
  • http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/chinezenengels.htm is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230307064313/http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/chinezenengels.htm to the original URL.
  • http://www.obor.co.id/DetailBuku.asp?Bk_ISBN=979-461-556-0 is considered to be dead, however has been found to be alive. Recommend removing the dead flag from the URL.
  • https://mediaindonesia.com/humaniora/550828/model-baju-changsan-untuk-perayaan-imlek-tahun-2023 is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230309084144/https://mediaindonesia.com/humaniora/550828/model-baju-changsan-untuk-perayaan-imlek-tahun-2023 to the original URL.
  • https://kumparan.com/kumparansport/sejarah-wushu-dari-tes-masuk-militer-hingga-cabang-olahraga-1534768666213690630 is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230404080435/https://kumparan.com/kumparansport/sejarah-wushu-dari-tes-masuk-militer-hingga-cabang-olahraga-1534768666213690630 to the original URL.
  • http://socio-politica.com/2010/08/06/catatan-lama-ketidakadilan-sosial-dan-kerusuhan-sosial-5-agustus-1973-2/ is found to be dead. Recommend adding https://web.archive.org/web/20230602011207/https://socio-politica.com/2010/08/06/catatan-lama-ketidakadilan-sosial-dan-kerusuhan-sosial-5-agustus-1973-2/ to the original URL.

When you have finished making the appropriate changes, please visit this simple FaQ for additional information to fix any issues with the URLs mentioned above.

This notice will only be made once for these URLs.

Cheers.—InternetArchiveBot (Melaporkan kesalahan) 10 Oktober 2023 05.22 (UTC)Balas

Hello fellow editors,

I have found one or more external links on Orang Tionghoa Indonesia that are in need of attention. Please take a moment to review the links I found and correct them on the article if necessary. I found the following problems:

  • http://www.immigration.gov.tw/ct.asp?xItem=1095285&ctNode=29699&mp=1 is considered to be dead, however has been found to be alive. Recommend removing the dead flag from the URL.

When you have finished making the appropriate changes, please visit this simple FaQ for additional information to fix any issues with the URLs mentioned above.

This notice will only be made once for these URLs.

Cheers.—InternetArchiveBot (Melaporkan kesalahan) 28 April 2024 07.17 (UTC)Balas

  1. ^ [2]
  2. ^ [3]