Pautan Dan Pindah silang – Pengertian, Proses, Sifat, Cara Kerja

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Pautan Dan Pindah silang – Pengertian, Proses, Sifat, Cara Kerja : Meskipun prinsip dasar Hukum II Mendel adalah adanya pengelompokan secara bebas “independent assortment”, para mahir genetika akhirnya mengetahui bahwa tidak semua gen mengelompok secara bebas. Beberapa diturunkan bersama-bersama alias saling terkait. Fenomena ini menyebabkan perbedaan hasil persaingan yang tidak sesuai norma Mendel yang disebut pautan. Selain pautan, perbedaan hasil juga diperoleh jika terjadi pindah silang “crossing over” antar kromosom.


Pengertian Pindah silang

Pindah silang (crossing over) adalah peristiwa penukaran segmen dari kromatid-kromatid bukan kerabat dari sepasang kromosom homolog. Peristiwa pindah silang sangat umum terjadi pada saat pembentukan gamet pada kebanyakan makhluk. Pindah silang terjadi pada akhir profase I alias awal metafase I yang terjadi pada saat kromosom telah mengganda menjadi dua kromatid. Pindah silang umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah ialah kromatid nomor dua dan tiga dari tetrad kromatid. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid-kromatid yang lain.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sperma : Pengertian, Struktur, Dan Proses pembentukannya Beserta Kelainannya Lengkap


Pengertian Pautan

Terjadi pautan “gen linkage” antargen ini rupanya disebabkan oleh letak gen-gen tersebut tetap berada dalam kromosom yang sama. Oleh karena itu ketika kromosom memisah sewaktu meiosis dan membentuk gamet, kedua gen tetap bersama. Salah satu contoh pautan terjadi pada penelitian oleh illiam Beteson dan R.C. Punnet sekitar 1905. Mereka mengembangkan tanaman ercis galur murni yang mengandung gen P untuk warna kembang ungu yang dominan terhadap gen P untuk warna kembang merah.


Tanaman tersebut juga mengandung gen L untuk polen lonjong yang dominan terhadap gen I untuk polen bulat. Pertama mereka menyilangkan tanaman dengan alel homozigot, hasilnya semua generasi F, menghasilkan tanaman kembang ungu dengan polen lonjong “PpLl” seperti yang telah diduga sebelumnya.


Ketika sesama F, disilangkan, komparasi fenotipe yang tidak biasa dihasilkan. Berdasarkan persilangan tersebut, terlihat bahwa terdapat pautan antara gen P dengan L dan p dengan l. Oleh lantaran itu meskipun genotipe F, adalah PpLl, gamet yang dihasilkan tetap bergenotipe PL dan pl. Hal ini menghasilkan generasi F2 dengan komparasi 3:1 “b unga ungu, pole lonjong : kembang merah, polen bulat”. Perhatikan sketsa berikut ini.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Bagian-Bagian Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsinya Lengkap


"Pautan & Pindah Silang" ( Pada Pewarisan Sifat ) Pengertian & ( Contoh - Terjadinya )

Proses Pindah Silang

Sebenarnya sebelum didapat konklusi bahwa peristiwa persilangan tanaman ercis oleh illiam Bateson dan R.C. Punnet adalah peristiwa pautan, mereka dikejutkan oleh hasil komparasi dari info original yang didapat. Dari info tersebut, terdapat sejumlah mini hasil dengan fenotipe ungu bulat dan merah lonjong yang semestinya tidak ada jika terjadi pautan saja pada gen-gennya.


Melalui pengamatan lebih lanjut, para mahir genetika mengetahui bahwa hasil tersebut dapat terjadi melalui sistem pindang silang “crossing over” yang terjadi selama meiosis. Selama meiosis, kromosom homolog saling berpasangan membentuk tetrad. Pada keadaan ini, terjadi pertukaran materi genetik antara kromosom dan pasangan homolognya. Menyebabkan gen-gen dapat beranjak dari satu kromosom ke kromosom homolognya.


Perpindahan ini dapat terjadi sepanjang pasangan kromosom. Proses ini disebut juga pindah silang “crossing over”. Pada proses meiosis, pindah silang terjadi pada kiasma. Oleh lantaran materi serta susunan gen berubah akibat pindah silang, proses ini disebut juga rekombinasi gen.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pembelahan Sel : Pengertian, Fungsi, Dan Jenis Beserta Tujuannya Secara Lengkap


"Pautan & Pindah Silang" ( Pada Pewarisan Sifat ) Pengertian & ( Contoh - Terjadinya )

Jika dua gen berpautan, kedua gen ini bakal bersama-sama diwariskan dalam satu gamet. Akan tetapi, jika terjadi pindah silang dalam proses meiosis, kedua gen tersebut dapat berpisah dan membentuk rekombinasi baru dalam gametnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya hasil pada sifat kembang ungu-polen bulat dan kembang merah-polen lonjong, meskipun nilai tersebut kecil.

Cara Kerja Pindah silang

  1. Menentukan kromosom dan juga gen yang bakal digunakan, minimal 3 gen yang terangkai dengan susunan sis
  2. Membuat simbol untuk masing-masing gen
  3. Membuat gambar kromosom dan menuliskan simbol gennya
  4. Membuat replika gambar tersebut dengan menggunakan plastisin
  5. Mensimulasikan adanya pindah silang tunggal pada bagian antara gen pertama dan kedua, selanjutnya menentukan macam gamet yang dibentuk
  6. Mensimulasikan adanya pindah silang tunggal pada bagian antara gen kedua dan ketiga selanjutnya menentukan macam gamet yang dibentuk
  7. Mensimulasikan adanya pindah silang dobel dan menentukan macam gamet yang dibentuk
  8. Melakukan perihal serupa tetapi dengan gen yang terangkai dengan susunan trans
  9. Mendokumentasikan hasil simulasi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Mutasi Gen : Pengertian, Proses, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap