Micro Influencer Sebagai Strategi Marketing, Apa Kelebihannya?

Bagikan

Penggunaan influencer merupakan salah satu strategi marketing yang sudah sering digunakan oleh banyak brand pada era digital ini. Influencer marketing sendiri sebenarnya terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jumlah pengikutnya. Salah satunya adalah micro influencer.

Beberapa tahun belakangan ini, istilah micro influencer sedang banyak didengar dan digunakan oleh perusahaan dalam merancang strategi pemasaran mereka. Penggunaan micro influencer semakin meningkat lagi karena faktor pandemi COVID 19 yang berdampak pada peningkatan digital marketing. Walaupun tidak mempunyai pengikut dengan jumlah banyak seperti mega influencer dan selebriti, micro influencer banyak dilirik karena engagement rate mereka yang justru jauh lebih tinggi. 

Mengenal Micro Influencer

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan micro influencer?

Micro influencer adalah influencer marketing dalam skala yang lebih kecil dengan jumlah pengikut berkisar antara 10.000 – 100.000 orang.

Berbeda dengan artis dan selebriti, umumnya micro influencer mempunyai konten khusus dan audiens yang lebih sempit. Oleh karena itu, brand biasanya menggunakan micro influencer untuk menyasar niche market.

Dengan jumlah pengikut yang tidak terlalu banyak, mereka lebih terlihat “nyata” untuk dijangkau audiens. Mereka secara langsung mengelola konten mereka sendiri dan berinteraksi dengan pengikut-pengikut mereka.

Ini lah yang membuat micro influencer lebih autentik daripada artis dan selebriti yang umumnya menggunakan manajer sosial media untuk memegang akun pribadi mereka.

influencer for brand marketing
Source: Unsplash

Kelebihan Micro Influencer

Sobat Bizlab tau nggak sih apa aja kelebihan menggunakan micro influencer ini? Kalau belum, Bizlab sudah merangkumnya untukmu.

Punya Engagement Yang Lebih Tinggi

Tingkat engagement yang tinggi ini dapat membantu brand memasarkan produk mereka dengan lebih baik. 

Dengan jumlah followers yang tidak setinggi mega influencer atau selebriti, micro influencer mempunyai engagement yang justru lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi karena jumlah followers yang sedikit tersebut terdiri dari orang-orang terdekat mereka dan audiens yang memang benar-benar tertarik dengan konten mereka.

Interaksi yang dibangun pun lebih nyata karena micro influencer akan secara langsung berkomunikasi aktif dengan audiens mereka. Dengan itu, hubungan yang dibangun menjadi lebih kuat sehingga audiens akan lebih percaya dengan brand-brand yang dipromosikan oleh micro influencer

Memasang Tarif Murah

Biaya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menggunakan jasa influencer.

Semakin besar jumlah pengikut seorang influencer, tentunya tarif yang diberikan akan lebih mahal. Mega influencer dan selebriti bisa memasang harga sampai puluhan juta rupiah hanya untuk sekali posting. Sebaliknya, dengan engagement yang lebih tinggi, micro influencer memasang harga jauh lebih murah. 

Untuk brand-brand kecil, penggunaan selebriti yang menghabiskan banyak budget tidak akan efektif untuk menjalankan kampanye marketing. Memang, brand biasanya bekerja dengan lebih dari satu micro influencer untuk memaksimalkan jangkauan, tetapi bahkan puluhan bahkan ratusan micro influencer akan lebih murah daripada satu selebriti di Instagram.

Menyasar Niche Market

Dalam menggunakan strategi influencer marketing, sebuah brand harus menemukan influencer dengan persona yang serupa dengan target market yang disasar.  

Micro influencer mempunyai audiens yang lebih spesifik. Walaupun selebriti dan mega influencer dapat menjangkau lebih banyak orang, belum tentu ratusan atau jutaan pengikut mereka benar-benar tertarik pada satu konten khusus. 

Sedangkan micro influencer umumnya berfokus membuat konten yang menjadi spesialisasi dan minat mereka. Konten khusus itu lah yang menjangkau audience yang lebih spesifik dan memang benar-benar tertarik dengan topik tersebut.

Dengan itu, produk akan dipasarkan langsung tepat ke sasaran. 

Di luar kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, influencer dengan jumlah pengikut yang lebih kecil ini lebih mudah untuk diajak bekerja sama daripada influencer atau selebriti dengan jumlah pengikut yang besar. Mereka lebih fleksibel dan senang menangani tantangan-tantangan yang baru untuk mereka. 

Bagaimana, sobat Bizlab sudah tertarik menggunakan micro influencer sebagai tools pemasaran?  

Bizlab adalah marketplace untuk belajar skill profesional yang sedang dibutuhkan di berbagai sektor industri saat ini. Kunjungi situs https://subsdaily.com/ untuk mengikuti konten pendek favorit (micro-content) mengenai up-skill yang akan dikirim via WhatsApp atau Email pribadimu.

Yuk, tunggu apalagi?, Kembangkan kemampuanmu dan klik link nya, ya

Sumber:

  1. Medium
  2. Blog Hubspot
  3. Impactplus