KPK: Dokter yang Terbitkan Surat Sakit 'Agak Lain' Gus Muhdlor Akui Keliru

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

KPK memeriksa master di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo Barat yang menerbitkan surat keterangan sakit 'agak lain' Ahmad Muhdlor Ali namalain Gus Muhdlor. Dokter yang menerbitkan surat sakit kepada Muhdlor pun telah mengakui kekeliruan.

"Mengatakan memang dia (dokter) sendiri ada kekeliruan. Makanya kemudian kan diperbaiki, dilengkapi dengan info recordnya yang lengkap," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, dikutip Minggu (28/4/2024).

Ali pun tak menutup kemungkinan KPK memanggil master tersebut, jika dianggap merintangi penyidikan. Namun perihal itu menunggu keputusan penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Tapi sejauh ini kan kami belum memandang itu lantaran kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan mereka di sana," sebutnya.

"Karena setelah kami mendapatkan surat yang kemarin kami sampaikan agak lain kan itu tim juga ke lapangan untuk melakukan memeriksakan secara langsung," tambahnya.

Sebelumnya, sebuah surat sakit diterbitkan kala Gus Muhdlor tidakhadir dalam panggilan pertama KPK sebagai tersangka pada Jumat (19/4). KPK menyebut surat sakit yang dikirimkan agak lain, lantaran dicantumkan Gus Muhdlor dirawat dari 17 April 2024 sampai sembuh alias waktu yang tidak bisa ditentukan.


"Bahwa yang berkepentingan hari ini tidak bisa datang di gedung Merah Putih KPK dengan argumen sedang dirawat di rumah sakit, RSUD Sidoarjo Barat. Ada surat keterangannya rawat inap yang ditandatangani oleh master yang memeriksa. Dirawat sejak 17 April 2024 sampai dengan sembuh," kata Ali di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

"Ini agak lain suratnya. Kalau sembuhnya kapan, kan kita nggak tahu," tambahnya.

Kemudian, KPK memanggil ulang Gus Muhdlor pada Jumat (3/5). KPK meminta Gus Muhdlor menghadiri pemeriksaan tersebut.

"Tim Penyidik telah menyiapkan penjadwalan pemanggilan ulang di hari Jumat (3/5), bertempat di Gedung Merah Putih KPK," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri di KPK, Jakarta Selatan, kepada wartawan Rabu (24/4).

(ial/aik)