Keuskupan Agung Makassar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Keuskupan Agung Makassar adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan metropolit atas provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Amboina dan Keuskupan Manado. Wilayah geografis atas keuskupan ini mencakup seluruh wilayah administrasi dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Makassar pada tanggal 13 April 1937, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Celebes
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Makassar pada tanggal 13 Mei 1948
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Makassar pada tanggal 3 Januari 1961
  • Berganti nama menjadi Keuskupan Agung Ujung Pandang pada tanggal 22 Agustus 1973
  • Berganti nama kembali menjadi Keuskupan Agung Makassar pada tanggal 15 Maret 2000

Waligereja[sunting | sunting sumber]

Lambang Mgr. Johannes Liku Ada'

Lambang

Foto Mgr. Johannes Liku Ada'

Foto diri

Ordinaris[sunting | sunting sumber]

Prefek Apostolik Makassar
  • R.P. Gerardo Martino Uberto Martens, C.I.C.M. (11 Juni 1937 s.d. 13 Mei 1948, wafat)
Vikaris Apostolik Makassar
  • Nicolas Martinus Schneiders, C.I.C.M. (10 Juni 1948 s.d. 3 Januari 1961, naik tingkat)
Uskup Agung Makassar
  • Nicolas Martinus Schneiders, C.I.C.M. (3 Januari 1961 s.d. 7 Agustus 1973, mengundurkan diri)
  • Theodorus Lumanauw (7 Agustus 1973 s.d. 22 Agustus 1973, berubah nama)
Uskup Agung Ujung Pandang
  • Theodorus Lumanauw (22 Agustus 1973 s.d. 18 Mei 1981, wafat)
  • Franciscus van Roessel, C.I.C.M. (18 Januari 1988 s.d. 21 Mei 1994, pensiun)
  • Johannes Liku Ada' (11 November 1994 s.d. 15 Maret 2000, berubah nama)
Uskup Agung Makassar
  • Johannes Liku Ada' (sejak 15 Maret 2000)

Prelat tituler[sunting | sunting sumber]

Administrator Diosesan Keuskupan Agung Ujung Pandang
  • Franciscus van Roessel, C.I.C.M. (18 Mei 1981 s.d. 27 November 1983, naik tingkat)
Administrator Apostolik Keuskupan Agung Ujung Pandang
  • Franciscus van Roessel, C.I.C.M.

(27 November 1983 s.d. 18 Januari 1988, ganti jabatan)

Uskup Auksilier Ujung Pandang
  • Johannes Liku Ada' (11 Oktober 1991 s.d. 11 November 1994, ganti jabatan)
Uskup Agung Koajutor Makassar
  • Fransiskus Nipa (sejak 21 Oktober 2023)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Antonio de Paiva, seorang pedagang cendana berkebangsaan Portugal, pada tahun 1545 melaporkan kepada Fransiskus Xaverius bahwa sudah terdapat pemukiman umat Kristiani di Kerajaan Suppa. Dalam laporannya pada tahun 1545, ia sempat mengunjungi wilayah Kevikepan Makassar pada tahun 1544. Pada tahun itu, Raja Suppa memberikan dirinya dibaptis dalam Gereja Katolik dan menyebabkan sejumlah warga di sekitar Kerajaan Suppa untuk ikut menjadi umat Katolik. Setelah pembaptisan Raja Suppa, sejunlah 30 orang dari Kerajaan Siang beserta rajanya memberanikan dirinya untuk dibaptis dalam Gereja Katolik. Setelah dua peristiwa tersebut, Paiva menjanjikan adanya pengajar-pengajar agama Katolik dari Keuskupan Melaka-Johor Eksistensi Gowa yang dibarengi dengan kehadiran VOC pada tahun 1607 tidak mempengaruhi karya missi Keuskupan Agung Makassar mengingat prinsip-prinsip toleransi dari Sultan Alauddin I. Pada tahun 1625, dan 1633, missionaris dari Ordo Dominikan mencoba untuk membangun suatu struktur keuskupan namun ternyata tidak berhasil.

Karya missi di Keuskupan Agung Makassar kemudian terhambat saat Melaka dikuasai Belanda pada tahun 1641. Catatan persekusi umat Katolik di Keuskupan Agung Makassar terjadi pada tahun 1644 saat seorang pemuda ditikam di kediaman seorang pangeran setelah adanya berita bahwa pemuda tersebut menerima pembaptisan. Tahun 1660, pemerintah pendudukan VOC berhasil memaksa sultan menandatangani perjanjian yang menutup akses masuk bagi warga Portugal di seluruh wilayah Keuskupan Agung Makassar. Tahun 1669, semua imam dan missionaris yang tersisa di Keuskupan Agung Makassar membubarkan diri dan berpindah ke Keuskupan Makau dan Keuskupan Larantuka.

Sedangkan catatan pembaptisan umat Katolik paling awal di Kevikepan Toraja terjadi pada tanggal 6 Mei 1938, yakni pada saat empat warga Gereja Stasi Memori Santo Petrus Tampo, Makale, Tana Toraja, secara resmi menerima sakramen pembaptisan yang dilakukan oleh Imam Charles Dekkers, C.I.C.M.

Paroki[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Makassar[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Toraja[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Sulawesi Tenggara[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Sulawesi Barat[sunting | sunting sumber]

Kevikepan Luwu Raya[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Arthur; Arsyad (29 Mei 2018), "Inilah Empat Orang Katolik Pertama di Toraja", Kareba Toraja (dalam bahasa (Indonesia)), diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-23, diakses tanggal 16 September 2019
  • Departemen Dokumentasi dan Penerangan (Juni 2017), Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 2017 (dalam bahasa (Indonesia)) (edisi ke-1), Jakarta Pusat: Konferensi Waligereja Indonesia
  • Heuken, Adolf (2008), "Catholic Converts in the Moluccas, Minahasa and Sangihe-Talaud, 1512–1680", dalam Steenbrink, Karel; Aritonang, Jan Sihar, A History of Christianity in Indonesia (dalam bahasa (Inggris)), Brill, hlm. 62, diakses tanggal 20 Mei 2020
  • Risnawati (26 Mei 2018), "Ini Rangkaian Acara Syukuran 80 Tahun Baptis Katolik Pertama di Toraja", Tribunnews.com (dalam bahasa (Indonesia)), diakses tanggal 16 September 2019

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Archdiocese of Makassar
  • (Inggris) Annuario Pontifico 2005
  • Jadwal Misa Keuskupan Agung Makassar
  • Blog Keuskupan Agung Makassar