Memulai Google Ads? Kalian harus ketahui hal-hal ini!

Bagikan

Google Ads

Sudah tidak asing di telinga para pengiklan tentang ketermahsyuran Google Ads. Ya! Google ads adalah salah satu channel beriklan yang banyak digunakan tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia, loh!. Berdasarkan data yang dilansir oleh Statista pada tahun 2020 Google Ads tercatat sebagai platform iklan terbesar dengan total  7 juta pengiklan. 

Perihal keuntungan Google Ads, terdapat 3 keuntungan utama yang dapat kalian dapatkan dengan menggunakan Google Ads:

  1. Kalian dapat melakukan targeting yang  jelas berdasarkan demografik, keyword, lokasi, bahasa, device dan Interest
  2. Dapat mengontrol budget. Umumnya, dalam beriklan di Google Ads tidak terdapat minimal beriklan dan menggunakan metode PPC Ads. 
  3. Dengan mudah mengukur keberhasilan iklan. Dalam hal ini kalian bisa dengan bebas melacak setiap aksi, mengidentifikasi CPC, mengidentifikasi CPA, memahami tingkah laku audiens dengan analitik tools seperti contohnya Google Analytics.

Bagaimana sistem kerja Google terhadap iklan? 

Berkaitan dengan sistem kerja iklan di Google, biasanya Google menggunakan sistem lelang yang rata-rata terpatok oleh 2 faktor utama, meliputi Max CPC dan Quality score. Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi sistem Ad Rank iklan kalian yang berimbas pada posisi iklan di SERP.

Ad rank dapat dihitung dengan mengalikan Max CPC dengan Quality Score. Sehubungan dengan hal tersebut, Max CPC dapat diartikan seberapa banyak  uang yang kita mau bayarkan untuk 1 kali klik yang terjadi di iklan yang kalian pasang. Untuk memasang Max CPC di iklan, kalian dapat mengaturnya sendiri (custom) namun juga bisa memanfaatkan Max CPC yang telah Google tentukan. 

Sedangkan Quality Score dapat diartikan sebagai skor dari iklan yang kalian buat dan dihitung dari Expected CTR (rasio iklan kalian dengan iklan dari kompetitor dengan keyword yang sama), Ad relevance (relevansi iklan) dan Landing Page Experience (seberapa engage dan relevan landing page dari iklan kalian). Quality Score berada di skala 1-10 dengan catatan semakin tinggi Quality Score iklan kalian akan semakin baik. Untuk lebih jelasnya tentang pengaruh Max CPC dan Quality Score terhadap Ad rank, dapat kalian lihat pada contoh kasus di bawah ini!

Ad RankPosisi di SERPMax CPC/BiddingQuality ScoreTotal Spent
Rp.12.0001Rp. 3.0004Rp.2.100
Rp.12.0002Rp. 2.0006Rp.1601
Rp.11.0003Rp.1.6007Rp.1501
Rp.10.5004Rp.1.5007Rp.1500

Dari contoh kasus diatas, dapat disimpulkan jika semakin tinggi Quality Score yang didapat, akan semakin kecil bidding atau Max CPC yang dibayarkan. Dengan kata lain, hubungan Max CPC dan Quality Score saling bertolak belakang, ya Sobat Bizlab!. Selanjutnya, untuk menghitung TOTAL SPENT dilakukan dengan menggunakan perhitungan yang biasa dilakukan pada sistem lelang yaitu “Max CPC+Rp.1”. Data yang dilansir oleh WebFX pada tahun 2020 mengatakan bahwa baik perusahaan kecil hingga besar rata-rata menghabiskan $9000-$10000 perbulan untuk beriklan menggunakan Google Ads.

Menurut Google Ads Help terdapat 7 format iklan yang bisa kalian gunakan untuk beriklan di Google Ads meliputi text, responsive, image, app promotion ads, video, product shopping ads(shooping) dan call only ads. Berdasarkan data yang dilansir oleh Acquisio pada tahun 2019, menunjukkan SEM/text adalah metode PPC Ads paling populer diikuti dengan social ads, remarketing ads, display ads, shopping, native, programmatic dan podcast.

Metode PPC Ads

PPC Ads atau Pay-Per Click Ads adalah metode iklan berbasis online yang mengharuskan pengiklan membayar pada jumlah tertentu ketika iklan yang mereka buat mendapatkan klik.  Jika Facebook Ads dikenal sebagai channel untuk beriklan berdasarkan interest atau interest based, PPC Ads dikenal dengan sebutan intent based atau dengan kata lain jika kalian ingin beriklan menggunakan PPC Ads, pastikan bahwa brand yang kalian miliki sudah cukup diketahui orang. 

Menurut WebFX pada tahun 2020 tercatat 80% perusahaan memanfaatkan Google Ads dengan format SEM/text untuk beriklan menggunakan metode PPC Ads. Dengan kata lain, jenis channel PPC Ads yang paling sering digunakan adalah Google Ads dengan format SEM/text.

Perlu diketahui, jika PPC Ads tidak hanya berlaku untuk iklan Google Ads aja, loh! Tapi juga meliputi social Ads, remarketing Ads, affiliate Ads dan lain-lain.

Langkah-langkah memulai iklan berbasis PPC Ads dengan Google Ads

Sebelum menjalankan iklan di Google Ads, kalian dapat melakukan hal di bawah ini, meliputi:

  1. Menentukan goals 

Layaknya saat menggunakan channel iklan kebanyakan, sebelum memulai untuk beriklan, kalian perlu menyusun goals terlebih dahulu ya, Sobat Bizlab! Kira-kira kenapa sih harus menyusun goals?

Menurut Google Ads Help, goals akan memudahkan kalian dalam proses decision-making terutama pada saat kalian menggunakan Google Ads nih Sobat Bizlab! Adapun untuk goals, kalian bisa mengkombinasikan 4 unsur yang terdiri dari objektif, mindset, penawaran dan KPI.

Sebelumnya, kalian harus tahu dulu nih perbedaan antara objektif dan goals. Meskipun mempunyai kemiripan, objektif dan goals sejatinya berbeda, loh!

Objektif adalah hal yang akan kalian capai dalam kurun waktu yang singkat, biasanya objektif didapatkan dari hasil breakdown sebuah goals. Sedangkan goals itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu hal yang akan kalian capai dalam kurun waktu yang panjang, misalnya kalian memiliki goals untuk  mendapatkan 1000 leads dalam waktu 3 bulan, maka objektif yang harus dicapai meliputi trafik ke website, membuat form leads di wesbite, memberikan free download e-book dan lain-lain. 

Lalu mengapa menentukan goals itu penting untuk beriklan dengan Google Ads ya?

Untuk contoh kasusnya di Google Ads,  seperti yang sudah kalian ketahui jika Google Ads mempunyai 7 format yang masing-masing memiliki objektif yang berbeda. Misal saja untuk iklan dalam format text atau SEM cocok digunakan jika objektif dari iklan kalian berupa sales, leads dan website traffic. Lain halnya dengan format display yang cocok digunakan jika objektif dari iklan kalian berupa brand awareness dan reach. Singkatnya, dengan menentukan goals, maka akan memudahkan kalian untuk menentukan format iklan yang akan digunakan berdasarkan objektif, deh!  

  1. Menentukan target audiens

Lalu mengapa ya  target audiens penting disusun terlebih dahulu sebelum menjalankan iklan?

Dengan menentukan target audiens, kalian akan lebih mengerti siapa saja yang akan kalian layani dan juga memberi gambaran konkrit tentang hal apa saja yang mereka butuhkan dari produk atau jasa yang kalian jual. Sebelumnya, kalian harus tahu dulu nih 6 intent based audiens melakukan searching menggunakan Google, berupa: 

Intent based audiensArti
Surprise meKegiatan yang menyenangkan dan menghibur
Impress meSelau bisa memberi pengaruh
Reassure meKemudahan, kenyamanan dan kepercayaan
Help meMembantu memecahkan masalah dan memberi solusi
Educate meKompetensi dan kontrol
Thrill meMenemukan sesatu yang baru dan tak terduga
  1. Riset Keyword 

Google akan menampilkan iklan berdasarkan keyword yang dipilih dan relevansi konten. Keyword yang digunakan haruslah spesifik, dikelompokkan menjadi grup-gup sesuai tema, serta harus memperhatikan terminologi keyword yang akan audiens ketikkan di SERP. 

Lalu bagaimana ya kira-kira untuk meriset keyword? 

Sebelumnya, kalian harus bisa membedakkan antara keyword dan query terlebuh dahulu. Singkatnya, keyword adalah kumpulan kata yang digunakkan oleh pengiklan sedangkan query adalah kata/frasa yang diketikkan oleh audiens.

Untuk keyword pada Google Ads biasanya dibedakan berdasarkan strukturnya dan meliputi:

  • Broad match

Keyword tipe ini adalah keyword yang paling umum digunakkan pada Google Ads. Jenis keyword ini memiliki jangkauan yang sangat luas sehingga terbilang cukup mahal untuk dapat menggunakannya. Iklan kalian akan muncul pada saat query yang audiens ketikkan minimal ada 1 kata yang sama dengan keyword iklan kalian. Contoh:

Broad Match KeywordQueryApakah iklan kalian muncul?
Best newNew commuterYa
Commuter bikebikeYa
Best commuterbikeTidak
  • Phrase match

Adalah tipe keyword yang memperhatikan urutan kata pada sebuah frasa sehingga audiens yang mengetikkan kata tidak sesuai keyword, maka iklan kalian kemungkinan tidak muncul. Keyword ini dapat digunakkan dengan menambahkan tanda ( ). Contoh:

Phrase Match KeywordQueryApakah iklan kalian muncul?
(commuter bike)Best new commuter bikeYa
(best new commuter bike)Commuter bike newTidak
(new commuter)New bike commuterTidak
  • Exact match

Adalah tipe keyword yang sangat spesifik, CPC-nya terbilang rendah serta tidak mentrigger iklan kita ketika audiens mengetikkan keyword yang tidak relevan. Keyword ini dapat digunakkan dengan menggunakan tanda [ ] Contoh:

Exact Match KeywordQueryApakah iklan kalian muncul?
[commuter bike]Commuter bikeYa
[kid clothes]Best kid clothesNo
  • Negative Match

Adalah keyword yang mencegah iklanmu untuk muncul pada suatu kata atau frasa tertentu yang tidak relevant. Keyword jenis ini dapat digunakkan dengan menambahkan tanda – .Contoh:

Negative Broad Match Keyword

Negative keyword: -Running Shoes

QueryApakah Iklan Akan Muncul?
Blue tennis shoesYa
Tennis shoeYa
Blue running shoesTidak
Shoes runningTidak

Negative Phrase Match Keyword

Negative keyword: -Running Shoes

QueryApakah Iklan Akan Muncul?
Blue tennis shoesYa
Tennis shoeYa
Blue running shoesTidak
Shoes runningYa

Negative Exact Match Keyword

Negative keyword: -Running Shoes

QueryApakah Iklan Akan Muncul?
Blue tennis shoesYa
Tennis shoeYa
Blue running shoesYa
Shoes runningYa
Running shoes Tidak

4.   Launch iklan 

Sebelum menjelajah lebih jauh bagaimana launch iklan menggunkan Google Ads, kalian harus mengetahui struktur iklan di Google Ads terlebih dahulu agar nantinya kalian tidak kebingungan ya!

  • Struktur Iklan Google Ads
  • Tutorial launch iklan Google Ads

Akhirnya, masuk ke pembahasan yang pasti sudah kalian nantikan ya, Sobat Bizlab! Tanpa panjang lebar, yuk simak penjelasannya di sini!

Setelah menjalankan iklan di Google Ads, kalian dapat melakukan hal di bawah ini, meliputi:

  1. Mengukur metrik 

Jika diatas kita sudah membahas perbedaan goals dan objektif, lalu kira-kira metrik ada di posisi mana ya?

Dapat dikatakann jika metrik merupakan hasil breakdown dari objektif. Contohnya perusahaan kalian mempunyai goals agar produknya dikenal oleh orang banyak maka objektif yang dapat kalian pilih berupa brand awreness. Sedangkan untuk metriknya sendiri kalian bisa menggunakan reach dan impresi. Singkatnya, dapat digambarkan jika Goals>Objektif>Metrik.

Pada dasarnya, metrik itu bukan sesuatu yang mutlak dan penggunaanya pun berubah seiring dengan goals dari perusahaan. Untuk lebih jelas membahas tentang metrik, kalian bisa perhatikan contoh di bawah ini ya, Sobat Bizlab!

  • Metrik berdasarkan funnel.

Sebelumnya, kalian harus memahami kaidah metrik pada marketing funnel terlebih dahulu nih, Sobat Bizlab! Tujuannya, agar memudahkan kalian dalam mengukur performa iklan yang sedang dijalankan. Simak penjelasan di bawah ini ya untuk lenih jelasnya!

ObjektifMetrik yang diukur
AwarenessImpresi
Reach
View
CPM
CPV
Frequency
Engagement
ConsiderationClicks 
CPC
CTR
ConversionFirst Purchase
Conversion rate
Cost per final purchase
RetentionRepeat purchase
Customer retention rate
CPO
  • Rekomendasi metrik  yang dapat kalian ukur saat beriklan menggunakan Google Ads berdasarkan format iklan.

Search Ads

Metrik Artinya 
ImpresiJumlah iklan kalian ditampilkan
CPCBanyaknya biaya setiap iklan diklik
CTRCliks/impressi. Biasa disajikan dalam bentuk %. Semakin tinggi semakin baik
Bids & Budget Bid- banyaknya CPC yang kalian bayarkan, Budget- uang dalam menjalankan 1 kali iklan
Quality ScoreSkala 1-10. Semakin tinggi semakin rendah CPC
Ad positionPosisi iklanmu muncul di SERP
CampaignStruktur yang digunakan untuk mengkategorikan iklan berdasarkan akun website
Ad groupStruktur yang digunakkan  untuk mengkategorikan iklan berdasarkan keywords dalam satu campaign
KeywordsKata yang digunakkan untuk menargetkan audiens yang sesua

Display Ads

Metrik Artinya 
CPMHarga yang dibayarkan setiap iklan mendapatkan 1000 impresi
CPCBanyaknya biaya setiap iklan diklik
CPABiaya yang dikeluarkan saat iklan berhasil mendrive sales atau conversion
Ad SpaceSpace untuk menampilkan iklan kalian
Ad UnitSpace iklan yang terdapat di webpage atau aplikasi
Ad networkPenghubung antara advertiser dan publisher. Biasa digunakan untuk beriklan di sebuah situs publikasi ternama contoh detik.com
CampaignStruktur yang digunakan untuk mengkategorikan iklan berdasarkan akun website
Ad groupStruktur yang digunakkan  untuk mengkategorikan iklan berdasarkan keywords dalam satu campaign
CookiePelacak yang ditanam di web server. Cookie dipasang sebagai penanda unik yang berfungsi untuk merekam tingkah laku audiens di website.

Video Ads

Metrik Artinya 
Pre/During/Post-RollIklan dalam bentuk video yang muncul sebelum, saat  atau sesudah audiens melihat video utama
ViewabilityUkuran keterlihatan impresi iklan dalam browser pengguna
UGCPost yang berisi tentang brand kalian dan dibuat oleh audiens
VTR%  view dilihat oleh audiens. Cara mengukurnya yaitu View/Impresi. Dengan metrik ini kalian bisa mengetahui media yang membawa audiens ke video iklan Sobat Bizlab.
CPVMetrik yang digunakan pengiklan untuk membayar pada situasi tertentu saat audiens melihat iklan tersebut. Dapat dihitung dengan rumus View/Cost
Completion RateMetrik yang mengukur seberapa banyak audiens yang melihat keseluruhan video iklan kalian dibagi dengan impresi iklan.

2. Tips Optimasi :

  • Meningkatkan ROI

Menggunakan landing page yang sesuai

Keyword yang relevan

Untuk mempulas jangkauan bisa menggunakan Google Display Ads

Tingkatkan bid pada keyword yang kalian anggap menguntungkan

  • Keyword tepat sasaran

Gunakan negative keyword

Optimasi keyword yang kurang perform

Testing untuk mendapatkan keyword yang tepat sasaran

  • Meningkatkan keefektifan Ad text

Gunakan keyword di ad text

Tambahkan CTA

Tambahkan Ad Extension

  • Bid yang efisien

Testing menggunakan bid yang bermacam-macam

Alokasi budget berdasarkan ROI

Menggunakan custom bid bukan default dari Google agar kalian bisa menganalisis performa iklan

  • Iklan yang menarik

Highlight keunikan produk kalian

Menggunakan CTA

Menggunakan sales terminology (cantumkan harga, promosi atau sesuatu yang memacu daya beli)

Iklan harus sesuai keyword

Landing page harus relevan

Testing (3-4 iklan per Ad group)

Nah, itu adalah langkah-langkah yang dapat kalian acuan untuk memulai iklan Google Ads berbasis PPC Ads yang sudah Bizlab rangkum. Semoga bermanfaat! 

Bizlab adalah marketplace untuk belajar skill profesional yang sedang dibutuhkan di berbagai sektor industri saat ini. Kunjungi situs https://subsdaily.com/ untuk mengikuti konten pendek favorit (micro-content) mengenai up-skill yang akan dikirim via WhatsApp atau Email pribadimu.

Yuk, tunggu apalagi?, Kembangkan kemampuanmu dan klik link nya, ya!

Sumber:

1.Statista

2. WebFX

3. Google Ads Help

4.Acquisio

Leave a Reply