fbpx

Artikel

eSports Semakin Mengudara Dari Tahun Ke Tahun

Perkembangan eSport di Indonesia
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Belakangan ini seringkali kita mendengar bahwa pekerjaan di dunia esports sangat menggiurkan. Kita hanya tinggal bermain game saja lalu uang akan datang kepada kita. Pekerjaan esports sangat diimpikan oleh semua orang. Saat ini banyak sekali gamers-gamers yang sukses di dunia esports, seperti misalnya Jess No Limit, Reza Arap Oktovian, Dylan Pross dan lain sebagainya. Tak hanya sebagai gamers saja, dunia esports bahkan memperlebar lowongan pekerjaan dengan menambah berbagai macam profesi seperti content creators, shoutcaster, organizer dan lain-lain. Dengan munculnya profesi baru yang berkecimpung di dunia gaming, maka ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi anak-anak yang sedang menekuni game sejak dini.

Dahulu game merupakan salah satu hal yang dilarang oleh orang tua kita. Setiap kali kita bermain game maka kita akan dimarahi dan disuruh belajar oleh orang tua. Namun seiring perkembangan zaman steorotip tersebut tampaknya harus dimusnahkan. Pasalnya apabila seseorang dapat menekuni hobinya di bidang game maka ia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan impian di dalam dunia esports. Dengan demikian maka orang tua tentu akan mendukung hobi kita di dalam dunia game.

Saat ini tercatat lowongan pekerjaan di dalam dunia esports mengalami perkembangan yang pesat. Dikutip dari HitmakerJobs, mereka membandingkan data pencarian kerja di industri esports dari periode Januari-Juni 2018 dengan Januari-Juni 2019. Dari hasil tersebut terlihat bahwa permintaan tenaga kerja di dalam dunia esports mengalami perkembangan yang pesat dan cukup signifikan. Pertengahan tahun 2018, jumlah lowongan kerja untuk esports tercatat sebanyak 2.497 lowongan. Lalu pada pertengahan tahun Januari 2019 meningkat menjadi 4.683 lowongan. Dilihat dari statistik tersebut, maka bisa dipastikan bahwa permintaan tenaga kerja di dunia esports mengalami perkembangan sebesar 185,74%. Dengan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa industri dunia esports tentu mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam satu tahun terakhir. Sehingga dengan adanya industri dunia esports maka mereka membutuhkan gamers-gamers profesional yang akan ikut mengisi industri agar semakin berkembang kedepannya.

Industri dunia esports mencari tenaga kerja yang kira-kira berusia kisaran antara 25-34 tahun. Dilihat dari demografis para job hunters di industri esports pada periode 2019, tercatat bahwa sebanyak 52,45% industri esports mencari tenaga kerja yang berusia 24-35 tahun. Selain itu sebanyak 36,77% mencari tenaga kerja yang berusia 18-24 tahun. Pada usia tersebut memang merupakan usia yang sangat produktif dalam menggali potensi, termasuk di dalam dunia game. Terlebih saat ini kebanyakan usia-usia di atas kerapkali mengisi industri kreatif.

Kita dapat mengambil contoh dari seorang Jess No Limit atau yang memiliki nama asli Justin. Pemain yang mengisi skuad esports yang bernama Evos Esports di divisi Mobile Legend tersebut saat ini baru berusia 23 tahun. Di usia tersebut Justin sudah berhasil membeli Ferrari dengan uangnya sendiri dari hasil bermain Mobile Legend. Selain itu, Justin juga memiliki channel youtube yang bernama jessnolimit. Saat ini ia telah mencapai jumlah subscribers sebesar 5 juta subscribers dan masih akan bertambah lagi. Dengan pencapaian tersebut, maka banyak sekali yang beranggapan bahwa Jess No Limit merupakan gamers nomor satu di Indonesia. Kemahirannya dalam bermain Mobile Legend membuat ia berhasil mengubah hidupnya melalui dunia game.

Penghasilan yang diraih oleh Jess No Limit juga tidak tanggung-tanggung nominalnya. Dari bermain game saja Jess No Limit mampu meraup keuntungan sebesar Rp. 11 juta per bulan, ditambah dengan hasil adsense yang ia raih dari channel youtubenya. Dari hasil channel youtube yang mengangkat konten gaming, Jess No Limit mampu meraih uang sebesar Rp 110 juta hingga Rp 1,8 milyar. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat besar dari seorang gamers. Tak heran apabila Jess No Limit mampu membeli Honda HRV, Mercy dan jam Rolex di usia yang masih 23 tahun. Melihat penghasilan serta gaya hidup yang didapatkan oleh Jess No Limit dari dunia gaming, tentu banyak sekali yang mengidamkan untuk menjadi gamers profesional pada zaman sekarang. Tak menutup kemungkinan kamu yang saat ini berusia sekitar 18 tahun ke atas akan menjadi gamers profesional nantinya. Bekerja sesuai passion menjadi salah satu pekerjaan yang sangat menguntungkan di dunia ini. Apabila kamu memiliki passion di dalam dunia gaming maka jangan disia-siakan begitu saja. Tekuni bidang tersebut setiap harinya dan jangan pernah menyerah untuk berlatih terus-menerus. Karena sesuatu yang difokuskan sedari awal maka akan menjadi suatu hal yang sangat besar bagi hidup anda. Industri esports sedang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Tinggal bagaimana kita konsisten terhadap apa yang kita sukai, termasuk di dalam dunia gaming. Pasalnya perkembangan industri kreatif di dalam dunia esports ini diprediksi akan semakin berkembang hingga tahun 2024 nanti, menurut pemerintah Tiongkok.

Berikan komentar

Hi, ada yang bisa kami bantu?