Dugaan TPPO Diusut Polisi Buntut ABG 'Open BO' Tewas Dicekoki Narkoba

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Penyidikan kasus pembunuhan remaja wanita berinisial FA, yang ditemukan tewas di hotel area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berkembang ke arah dugaan tindak pidana perdagangan orang. Dalam kasus ini, ABG berumur 16 tahun tersebut diketahui datang ke hotel lantaran dipesan 'open BO' oleh dua laki-laki dewasa ialah AN namalain BAS (40) dan BH (40), yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh F.

"Masih kami dalami untuk perihal itu lantaran siapa tahu ini ada keterkaitan (dengan) perdagangan orang ini," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro kepada wartawan, dikutip Sabtu (27/4/2024).

Dari hasil pemeriksaan ponsel ditemukan adanya percakapan yang mengarah pada dugaan TPPO. Pelaku meminta korban datang berbareng temannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi secara HP yang kita dapat tadi yang berkepentingan itu chatting dengan si pelaku, si korban chatting dengan si pelaku. Karena pelaku menawarkan, 'Kamu posisi di mana? Kamu datang saja ke sini,'. Si korban membujuk temannya, yang inisial FA ini, yang meninggal itu," ujarnya.

Suasana sekitar hotel di area Senopati, Jaksel, tempat remaja wanita berinisial FA (16) tewas akibat overdosis saat open BO dengan dua pria, Sabtu (27/4/2024),Foto: Suasana sekitar hotel di area Senopati, Jaksel, tempat remaja wanita berinisial FA (16) tewas akibat overdosis saat open BO dengan dua pria, Sabtu (27/4/2024). (Tina Susilawati/detikcom)

Terkait pembunuhan, kedua pelaku dijerat Pasal 338 tentang Pembunuhan dan alias Pasal 359 KUHP tentang kesalahan menyebabkan kematian. Keduanya terancam 15 tahun penjara. Polisi juga menjerat kedua pelaku dengan pasal persetubuhan anak alias pencabulan terhadap anak alias pemanfaatan terhadap anak, tindak pidana kekerasan seksual UU 12/2022 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Di sisi lain, polisi menemukan dan menyita senjata api dari pelaku sehingga pelaku juga dijerat Undang-undang Darurat 12/1951 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Selain itu, polisi menyita mobil tersangka yang dipakai untuk antar-jemput korban. Tiga buah perangkat bantu seks juga disita sebagai peralatan bukti.

"Adapun peralatan bukti yang kami amankan ada tiga pucuk pistol genggam, 5 butir peluru, rekaman CCTV, 4 handphone, duit tunai Rp 1,5 juta, busana milik korban, satu unit mobil BMW yang digunakan pelaku mengantar dan jemput korban, selanjutnya kami juga sita tiga buah perangkat bantu seks," jelas Bintoro kepada wartawan di Polres Jaksel, Jumat (26/4).

Simak selengkapnya di laman berikutnya.