Dicuri dari Indonesia, Ini Penjual Peninggalan Majapahit di New York

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

New York -

Tiga artefak peninggalan Majapahit dicuri dari Indonesia dan dijual di New York, Amerika Serikat. Inilah sosok yang diduga menjadi pelaku penjualan barang berhistoris dari kerajaan paling perkasa dalam sejarah Asia Tenggara itu.

Dilansir situs web Kejaksaan Wilayah Manhattan, diakses detikcom pada Minggu (28/4/2024), nama penjual tiga artefak Majapahit itu adalah Subash Kapoor, seorang laki-laki penduduk India dan Amerika Serikat (AS).

"Relief batu diselamatkan dari unit penyimpanan yang dimiliki Kapoor," tulis Kejaksaan Manhattan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Relief yang dia maksud adalah relief peninggalan Majapahit. Benda ini langka lantaran jarang sekali ada barang bermaterial batu yang merupakan peninggalan Majapahit. Biasanya, peninggalan Majapahit berupa terakota (tembikar).

Selama satu dasawarsa lebih, Unit Perdagangan Benda Antik dari Kejaksaan Wilayah Manhattan serta Investigasi Keamanan Dalam Negeri telah menginvestigasi Kapoor dan komplotannya. Mereka diduga melakukan penjarahan, pemindahan, dan penjualan artefak dari banyak negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Nepal.

Kapoor diduga menyelundupkan benda-benda berhistoris ke Manhattan dan dijual lewat galeri yang dimiliki Kapoor di Madison Avenue, berjulukan 'Art of the Past'.

Sejak 2011 sampai 2023, Kejaksaan Wilayah Manhattan dan Investigasi Dalam Negeri telah mengembalikan 2.500 item yang diduga hasil tindakan pidana Kappor dan jejaringnya. Total nilainya mencapai lebih dari USD 143 juta.

Kejaksaan menangkap Kapoor sudah sejak 2012 silam. November 2019, Kapoor dan tujuh terdakwa lainnya didakwa melakukan persekongkolan memperdagangkan peralatan antik curian. Ekstradisi Kapoor dari India sedang menunggu keputusan. Lima orang terdakwa lain sudah divonis bersalah, termasuk dua terdakwa lainnya yang didakwa, serta tiga pelaku perdagangan lain yang didakwa terpisah.

 IG KJRI New York)Tiga barang berhistoris yang dicuri sampai New York dan sekarang diselamatkan. (Sumber: IG KJRI New York)

Dilansir AFP, investigasi yang menyeret Kapoor ini dinamai abdi negara setempat dengan nama "Hidden Idol". Kapoor ditangkap 2011 di Jerman, dikirim ke India dan diadili serta dijatuhi 13 tahun penjara pada November 2022. Kapoor menolak dakwaan tersebut.

"Kami terus menyelidiki jaringan penyelundupan luas yang... menargetkan peralatan antik Asia Tenggara," kata Jaksa Wilayah Manhattan, Alvin Bragg, dalam pernyataannya, diberitakan AFP.

"Jelas tetap banyak pekerjaan yang kudu dilakukan," imbuhnya.

Selain Kapoor, Jaksa juga menyebut Nancy Wiener, penduduk AS, melakukan perdagangan peralatan antik tersebut. Wiener menjual 27 item peralatan antik dari Kamboja.

(dnu/imk)