Dian Triansyah Djani

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dian Triansyah Djani (lahir 9 Juli 1962)[1] adalah seorang diplomat Indonesia.[2] Saat ini ia ditugaskan sebagai Staf Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Penguatan Program Prioritas di Kementerian Luar Negeri RI. Sebelumnya, Ia dipercaya sebagai Utusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York (2016 - 2021).[3] Setelah kembali dari New York, sejak 2021 ia ditugaskan sebagai Co-Sherpa Presidensi G20 Indonesia bersama dengan Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ia juga dipercaya sebagai Ketua Komite II Majelis Umum (MU) PBB, suatu komite yang membidangi ekonomi dan keuangan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-71, untuk periode September 2016 hingga September 2017.[4] Wakil Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-72 (2017 - 2018),[5] Wakil Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-74 (2019 - 2020). Presiden Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei 2019.[6]

Selama menjabat sebagai Duta Besar/ Wakil Tetap RI pada PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa (2009 - 2012), Dubes Djani menjadi Wakil Presiden Dewan HAM PBB (2009 - 2010),[7] Presiden Trade and Development Board, UNCTAD (2009 - 2010),[8] Ketua (co-chair) Standing Committee on Stockpile Destruction for the Mine Ban Convention for 2010. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Kelompok 77 dan Tiongkok di UNCTAD (2012).[9]

Ia adalah negosiator/ Ketua Delegasi Indonesia di High Level Task Force (HLTF) on the ASEAN Charter[10] yang diberi mandat untuk merumuskan Piagam ASEAN, yang mulai berlaku sejak November 2008.

Dalam kariernya, ia menjadi Ketua dan Anggota Delegasi pada berbagai Forum Internasional antara lain dalam kerangka Gerakan Non-Blok, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), World Trade Organization (WTO), D8, G77, G15, ASEAN dan ASEAN Regional Forum (ARF), Asia Cooperation Dialogue (ACD), Asia-Middle East Dialogue (AMED), Asia Europe Meeting (ASEM), United Nations General Assembly (UNGA), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), World Intellectual Property Organization (WIPO), United Nations Environment Programme (UNEP), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), World Health Organization (WHO), International Labour Organization (ILO), International Telecommunication Union (ITU), Conference on Disarmament, United Nations Development Programme (UNDP), Asian-African Summit, dan Tokyo International Conference on African Development (TICAD), dan UN Habitat.

Ia dipercaya sebagai Anggota Komisioner pada Global Commission on Internet Governance,[11] yang memberikan rekomendasi mengenai pengaturan internet global (2014 - 2017).

Ia juga merupakan dosen tamu diberbagai Universitas di dalam dan luar negeri, dan penulis buku "Sekilas WTO" (2002).

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan (1968-1972).
  • SD KBRI Phnom Penh, Kamboja (1972-1973).
  • SMP KBRI Bangkok, Thailand (1973-1975).
  • SMP KBRI Moskow, Uni Soviet (1975-1976).
  • SMA KBRI Moskow, Uni Soviet (1976-1977).
  • SMA Negeri VI Jakarta (1977-1980).
  • Sarjana Ekonomi (Jurusan Studi Pembangunan/Perdagangan Internasional), Universitas Indonesia (1986).
  • Master of Arts, Graduate Programme in Economic Development (International Trade), Vanderbilt University, Amerika Serikat (1990).[1]
  • Doktor di bidang Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran.

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Staf Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Isu Penguatan Program Prioritas (2021 - sekarang)
  • Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB di New York (2016 - 2021).
  • Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kemlu (April 2012 - 2016).
  • Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya, PTRI Jenewa (Maret 2009 - 2012).
  • Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN (Oktober 2006-Januari 2009).
  • Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN/Plt Dirjen Kerjasama ASEAN (Desember 2005 - Oktober 2006).
  • Direktur Kerjasama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika pada Direktorat Jenderal ASPASAF, Deplu (Januari 2004-Desember 2005).
  • Direktur Perdagangan dan Perindustrian Multilateral pada Direktorat Jenderal Multilateral Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Deplu (Maret 2002-Desember 2003).[1]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Satyalancana Karya Satya 10 tahun.
  • Satyalancana Karya Satya 20 tahun.
  • Satyalancana Karya Satya 30 tahun.
  • Kesatria Bhakti Husada Aditya (2011).[1]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Dian Triansyah Djani menikah dengan Lista Damayanti Djani dan dikaruniai seorang anak, yaitu Panji Caraka Djani.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • "Indonesia Desak Penghapusan Senjata Nuklir di Forum PBB" Tribunnews.com. Diakses 25 Desember 2017.
  • "Video: Pidato Indonesia yang Menggugah soal Palestina di PBB" Kumparan.com. Diakses 25 Desember 2017.