Design Kamu Akan Menarik Likes Bila 4 Tips Ini Bisa Kamu Terapkan

Bagikan

Pekerjaan graphic designer jadi salah satu profesi bonafide yang nggak semua orang bisa mengerjakannya. Banyak orang bisa jadi pandai menggunakan Adobe Photoshop dan Corel Draw. Sayangnya, nggak semua orang punya taste yang bagus perihal design yang menarik.

4 Ciri Design Menarik Berikut Bisa Kamu Terapkan Untuk Meraih Jumlah Likes

Bekerja sebagai graphic designer, kamu dituntut untuk setidaknya ‘membantu’ akun sosial media perusahan semakin meraih atensi dengan tampilan konten sosial media yang bagus. Likes suatu konten jadi salah satu faktor indikator bagusnya suatu insight sosial media. 

Biar design yang kamu dapat bisa meraih likes, cobalah untuk berpedoman pada 4 poin berikut ini:

1. Unik dan Nggak Ikut Trend

Netizen lebih menyukai hal yang cenderung unik dan beda dari biasanya. Tenang, memang nggak ada hal yang benar-benar baru dibawah langit. Meski begitu, kamu bisa kok membuat design yang setidaknya lebih fresh dari pada yang biasa beredar. 

2. Hasil Akhir yang Tidak Berlebihan

Perkara meracik design, seringnya beberapa graphic designer pemula cenderung membuat konten yang terlalu berlebihan. Segala jenis konsep yang ada di kepala langsung dikeluarkan begitu saja tanpa memahami pengalaman pembaca ketika melihat hasilnya. Baiknya, gunakan komposisi yang sederhana saja namun sudah menggambarkan keseluruhan maksud konten

3. Bisa Menggambarkan Maksud Konten Secara Baik

Design yang bagus adalah yang bisa menggambarkan maksud konten secara baik. Untuk itu, seorang graphic designer juga haruslah mempunyai skill memahami brief dari klien. Graphic designer yang baik akan menterjemahkan brief tersebut ke dalam produk digital yang ia buat. 

4. Tidak Membosankan

Membosankan tidak membosankan dalam suatu design itu sebenarnya relatif. Namun, design yang baik akan selalu terlihat segar dipandang. Usahakan untuk selalu menghadirkan hasil yang memanjakan mata viewers, alih-alih membuat mereka bosan dengan hasil yang selalu sama dari waktu ke waktu. Misalkan saja kemarin kamu membuat konten dengan template A, maka, untuk selanjutnya, usahakan untuk menggunakan template yang berbeda.

Leave a Reply