Civil War (2024)

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Amerika Serikat di masa depan yang dilanda perang saudara, sekelompok wartawan yang tergabung dengan militer berpacu melawan waktu. Mereka kudu mencapai Washington DC sebelum pemberontak menyerbu Gedung Putih.

Suatu hari di masa depan. Amerika Serikat sedang menghadapi Perang Saudara Kedua. Texas dan California memisahkan diri dan membentuk pasukan milisi, sedangkan Florida membikin aliansi sendiri. Presiden yang sudah menjabat selama tiga periode sedang berpidato mengenai kekalahan besar yang dialami pasukan pemberontak. Pidato ini disaksikan oleh wartawan foto Lee Smith dari bilik hotelnya di New York City. Saat itu juga, sebuah ledakan peledak terjadi di kota.

Keesokan harinya, Lee dan temannya Joel pergi ke tengah kota yang sedang dipenuhi tindakan demo. Seorang wartawan muda, Jessie Cullen, terluka di wajahnya di tengah kekacauan. Lee membantu Jessie dan memberikan rompinya sebagai tanda pengenal. Tiba-tiba, Lee memandang seorang wanita membawa bendera Amerika Serikat berlari ke kerumunan. Lee segera mencari perlindungan berbareng Jessie setelah menyadari bahwa wanita itu bakal meledakkan peledak bunuh diri. Setelah ledakan, Lee dan Jessie mengambil foto-foto kondisi setelah kejadian.

Malamnya, Lee dan Joel berjumpa dengan mentor mereka Sammy di sebuah pesta untuk para jurnalis. Mereka berencana untuk berkendara melewati area perang menuju Washington DC guna mewawancarai Presiden, sekalipun Presiden menganggap media adalah musuh. Meski menyadari bahwa perjalanan ini berbahaya, Sammy yang sudah tua mau menemani mereka ke garis depan di Charlottesville, Virginia. Jessie mendengar rencana ini dan mendekati Lee, menganggapnya sebagai sosok panutan. Jessie mau mendokumentasikan perang secara langsung.

Hari berikutnya, Lee memandang Jessie berasosiasi dengan perjalanan mereka. Lee dan Joel sedikit jengkel dan tidak menyetujuinya. Tetapi Joel sukses meyakinkan Lee bahwa mereka tidak bakal menjadi masalah.

Dalam perjalanan, mereka mengisi bahan bakar dengan penghasilan mata duit Kanada. Seorang penjaga bersenjata membujuk Jessie ke suatu tempat, diikuti oleh Lee. Ternyata Jessie dibawa untuk memandang dua orang penjarah yang digantung dan disiksa. Penjaga tersebut memberi Lee dan Jessie pilihan untuk memerintahkan eksekusi mereka. Lee hanya memintanya berpose di samping para penjarah sebelum mereka dieksekusi. Kembali ke mobil, Jessie mengeluh dia belum mendapatkan satu foto pun.

Perjalanan mereka berlanjut. Mereka berakhir di pusat perbelanjaan yang terbengkalai agar Jessie bisa memotret helikopter yang jatuh. Jessie meminta maaf pada Lee jika kehadirannya merepotkan, namun Lee tidak mempermasalahkannya. Malam harinya, mereka duduk berbareng menyaksikan baku tembak di kejauhan yang menerangi langit.

Mereka melanjutkan perjalanan dan kudu melintasi wilayah rawan penembak jitu. Kehati-hatian diperlukan agar tetap hidup sembari tetap mendapatkan foto yang bagus. Di depan mata mereka sendiri, beberapa orang tertembak. Kelompok ini mengikuti para milisi sekutu ke atas gedung tempat penembak jitu berada. Mereka sukses melumpuhkan penembak jitu dan menangkap anak buahnya.

Mereka kemudian tiba di sebuah kamp pengungsi. Di tengah waktu bersantai sembari makan, Lee dan Jessie senaj=kin akrab. Jessie mencuci foto-foto yang diambilnya saat melewati area penembak jitu. Jessie membahas awal karir Lee dimana dia sukses mendapatkan foto ikonik dari peristiwa pembantaian sekelompok aktivis anti-fasis (Antifa). Lee memuji hasil kerja Jessie. Malam itu mereka habiskan dengan suasana yang menyenangkan.

Keesokan harinya, mereka singgah di sebuah kota yang tampak tidak terpengaruh dengan adanya perang saudara. Kehidupan masyarakat terlihat damai. Mereka mampir ke toko untuk berganti pakaian. Joel bertanya pada pemilik toko apakah mereka tahu tentang perang kerabat yang sedang terjadi, namun wanita itu menjawab bahwa kota tersebut memilih untuk mengabaikannya.

Mereka melanjutkan perjalanan dan memandang sebuah mobil melaju kencang mengejar mereka. Ternyata dalam mobil itu adalah kawan reporter Joel dari Hong Kong, Tony dan Bohai. Tony memanjat masuk ke dalam van mereka untuk bersenang-senang, dan Jessie melakukan perihal yang sama ke mobil Tony berbareng Bohai. Setelah itu, Tony dan Bohai lebih dulu berangkat.

Mereka melanjutkan perjalanan dan memandang mobil Tony dan Bohai terlihat berakhir dengan pintu belakang terbuka. Mereka lampau dihadang oleh gerombolan tentara Loyalis yang selama ini membunuh orang-orang yang lewat. Pemimpin gerombolan tersebut menembak Bohai dan membikin semua ketakutan.

Joel berupaya bermusyawarah dengan mengatakan bahwa mereka adalah orang Amerika. Namun, saat sang pemimpin gerombolan tahu bahwa Tony berasal dari Hong Kong, dia juga ikut ditembak. Suasana semakin kacau. Sammy menyalakan mobilnya dan menabrak si pemimpin gerombolan dan salah satu anak buahnya. Lee, Joel, dan Jessie pun segera kembali naik ke mobil. Seorang anak buah yang tersisa menembaki mereka saat mereka kabur.

Mereka sukses lolos. Jessie muntah di belakang sementara Sammy memberi tahu Lee dan Joel bahwa dia tak bisa melanjutkan menyetir lantaran terkena tembakan. Joel mengambil alih dan mengemudi hingga mereka tiba di sebuah pangkalan militer Pasukan Barat (Western Forces) di Charlottesville setelah melewati melewati rimba yang terbakar.

Sayangnya, saat tiba di pangkalan tersebut, Sammy tewas akibat luka tembaknya. Mereka kemudian berjumpa seorang wartawan Inggris berjulukan Anya. Kabar beredar bahwa beberapa jenderal Loyalis telah menyerah. Mendengar perihal itu, semua perihal yang telah mereka lalui, termasuk kehilangan Sammy, terasa sangat sia-sia.

Lee, Joel, dan Jessie berasosiasi dengan Pasukan Barat menuju ke Washington untuk menyerbu Gedung Putih dan menangkap Presiden. Begitu memasuki area perang, Jessie sangat antusias untuk mengambil foto, sedangkan Lee tetap terguncang oleh apa yang terjadi.

Para wartawan berlindung saat tank-tank Pasukan Barat meluluhlantakkan sisa-sisa tentara Loyalis sebelum menuju Gedung Putih yang dijaga ketat. Dinas rahasia Presiden (Secret Service) terlihat bakal menyelamatkan Presiden, namun tentara Pasukan Barat percaya itu hanya umpan.

Mereka lampau masuk ke Gedung Putih. Mereka tetap dihadang oleh beberapa personil Secret Service bersenjata. Jessie nyaris nyaris tertembak, tapi Lee mendorongnya dan akhirnya dia yang terkena peluru. Jessie mengambil foto momen-momen terakhir Lee sebelum dia tewas. Jessie dan Joel lampau masuk ke ruangan Oval Office dimana tentara Pasukan Barat telah menahan sang Presiden. Joel, yang dibakar kemarahan lantaran kehilangan banyak teman, bertimpuh dan meminta satu kata terakhir dari Presiden. Presiden memohon pada agar tak dibunuh. Presiden kemudian dieksekusi dan Jessie mendapat foto momen tersebut.

Tagline:Welcome to the frontline.

Duration: 109 Min

Release:10 Apr 2024

Language:English

Budget:$ 75.000.000,00

Cast:Alexa Mansour, Brent Moorer Gaskins, Brian Philpot, Cailee Spaeny, Christopher Cocke, Cody Marshall, Cora Maple Lindell, Daniel Patrick Shook, Dean Grimes, Edmund Donovan, Ernest ‘Scooby’ Rogers, Evan Holtzman, Evan Lai, Greg Hill, Jaclyn White, James Yaegashi, Jared Shaw, Jeff Bosley, Jefferson White, Jess Matney, Jesse Plemons, Jin Ha, Joe Manuel Gallegos Jr., John Newberg, Jojo T. Gibbs, Juani Feliz, Justin Garza, Justin James Boykin, Karl Glusman, Kevin Howell, Kevin Kedgley, Kim Rosen, Kirsten Dunst, Lauren Marie Gordon, LePrix Robinson, Martha B. Knighton, Melissa Saint-Amand, Nelson Lee, Nick Offerman, Petey Nguyễn, Randy S. Love, Robert Perry Bierman, Robert Tinsley, Ryan Austin Bryant, Simeon Freeman, Sonoya Mizuno, Stephen McKinley Henderson, Temper Lavigne, Tim James, Timothy LaForce, Tywaun Tornes, Vince Pisani, Wagner Moura