Berkenalan Dengan Profesi UX Writer dan Scope Pekerjaannya

Bagikan

UX Writer.

Istilah ini terdengar keren bagi siapa saja yang hendak dan akan berkecimpung di Industri kreatif. Melihat banyaknya akun LinkedIn dengan gelar UX Writer, rasanya kitapun jadi yakin kalau pekerjaan ini bakal eksis untuk tahun-tahun mendatang. Prospeknya? Tentu saja cerah.

Mungkin beberapa dari kita ada yang belum paham mengenai UX Writer itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa gambaran pekerjaan ini yang harus kamu tahu.

1. UX Writer Bertanggung Jawab Bikin Aplikasi Jadi Nyaman Digunakan

Kalau kamu sering buka aplikasi produk semacam gojek dan grab, tentu sering lihat kata-kata semacam “mengantar ke”, atau “Driver lagi menjemputmu. Tunggu pesanan akan sampai 10 menit lagi” dan segala macam kata-kata lain. Dengan adanya kata-kata ini, pelanggan jadi lebih paham dan nyaman dalam menggunakan aplikasi. Bayangkan saja bila pada aplikasi tertulis bahasa yang kaku tanpa peran seorang UX Writer, aplikasi bakal susah digunakan dan jadi susah dipahami. Akan sangat lucu bila pada aplikasi tertulis “Tunggu sebentar. Pesanan akan mendarat” atau “Tunggu. Pesanan sedang terbang”. Aneh kan?

2. UX Writer Harus Punya ‘Sense of Emotional’ yang Baik

Nggak semua pengguna aplikasi adalah orang-orang pintar yang mudah menggunakan layanan. Beberapa jenis pelanggan harus diterangkan dengan cara yang lebih ‘Heart to Hearth’ alias dari hati ke hati untuk memahami sesuatu.

Menjadi UX Writer, kamu haruslah paham psikologi pelanggan. Usahakan UX Writer bisa menghadirkan pengalaman menggunakan aplikasi dengan nyaman.

3. UX Writer Harus Punya Pengalaman Menulis

Setidaknya, seorang UX Writer harus memiliki pengalaman menulis yang baik. Kandidat harus setidaknya punya pengalaman menulis setahun – dua tahun. Seorang UX Writer harus bisa menjelaskan berbagai macam hal secara visual.

4. Harus Bisa Berkolaborasi dengan Team

Skill adaptasi seorang UX Writer haruslah baik. Meski bekerja dengan pemikiran yang sunyi, seorang UX Writer harus bisa mengkomunikasikan ide-ide yang ada agar sejalan dengan software developer. Jangan sampai, apa yang dikerjakan software developer jadi salah pemahaman dengan apa yang UX Writer sampaikan ke pengguna aplikasi.

Leave a Reply