fbpx

Insight

5 Strategi Atur Financial Ala Freelancer Ini Bisa Bantu Keuangan Lebih Lega

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada istilah di kalangan freelancer: Projects datang  baru bisa makan, projects habis harus rela makan gorengan. Relate nggak?

Menjadi freelancer seringkali butuh kesabaran. Ketika deal projects dengan klien, uang seakan datang memberi nafas lega. Nah, kalau projects sudah habis ini yang bikin was-was. Keran invoice harus rela stop dulu. Butuh waktu untuk mendapatkan cuan dengan menunggu deal projects baru lagi,

Sebenarnya nggak semengerikan itu kok kehidupan freelancer. Mau kamu fulltimer pun, kalau tak bisa atur keuangan, siap-siap aja makan garam di akhir bulan. Berikut ini cara untuk atur keuangan versi freelancer:

1. Tetapkan Jumlah Pengeluaran Perbulan

Salah satu penyakit dari seorang freelancer adalah merasa sangat cukup ketika projects datang bertubi-tubi. Akhirnya, uang invoice lari ke hal-hal kurang penting. Coba deh hitung pemasukan perbulan dari freelance dan total. Eits, tunggu. Hitung juga pengeluaran pokok perbulan yang harus kamu keluarkan untuk makan, skincare, dan semacamnya. Hitungan pengeluaran ini jangan diotak-atik. Misalkan kita ambil total pengeluaran perbulan adalah 1,5 juta rupiah.

2. Bagi Lagi Pengeluaran Rutin Bulanan ke Dalam Pos-Pos Tersendiri.

Dari total pengeluaran 1,5 juta rupiah tersebut mari kita bagi lagi dalam pos-pos tersendiri. Misalkan saja kamu anak kuliahan yang sedang bekerja freelance juga. Siapkan amplop putih dan bagi uang tersebut dalam pos-pos kecil. Taruhlah dari 1 juta tersebut kamu ambil 500.000 untuk bayar kos (estimasi biaya kos di Malang). Sisa uang bayar kos sebesar 1 juta rupiah bisa kamu bagi lagi untuk pos makan. Untuk pos gaya hidup, bila memang perlu, kamu bisa tekan dengan angka yang lebih kecil dibawah pos makan.

3. Selalu Cadangkan Dana

Walau memang total pengeluaran 1,5 tersebut fixed perbulannya, tak ada salahnya untuk tetap menekan pengeluaran. Bila ada sisa uang di dalam dompet, usahakan untuk ditabung. Jangan gunakan untuk membeli sesuatu yang tak perlu-perlu banget. Ada baiknya kamu siapkan dana pula untuk upgrade skill. Mengikuti workshop bisa jadi investasi yang sangat bagus untuk karir anda.

Tiga cara diatas bisa kamu terapkan untuk membangun budaya finansial yang sehat. Kuncinya sih di pengendalian diri. Kalau kamu kuat, nggak ada istilah akhir bulan makan gorengan kok. Tabungan pun bisa jadi gendut loh.

Berikan komentar

Tanya
1
Butuh bantuan?
Halo,
Ada yang bisa dibantu?
Powered by