4 Trik Memaksimalkan Portofolio Karya Untuk Melamar Pekerjaan di Industri Kreatif

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

6 Trik Memaksimalkan Portofolio Karya Untuk Melamar Pekerjaan di Industri Kreatif

Kalau kamu fikir melamar pekerjaan di industri kreatif cuma butuh CV saja, nampaknya kamu harus belajar buat mengenal yang namanya portofolio. Dokumen ini sangat penting digunakan bagi kamu yang ingin berkarir di bidang kreatif.

Beberapa perusahaan membutuhkan tak hanya CV tapi juga portofolio calon karyawan untuk menentukan apakah seseorang layak ditempatkan dalam devisi tertentu.

Agar Portofolio Semakin Maksimal, Berikut Ini Beberapa Hal yang Harus Kamu Penuhi di Portofolio Supaya Karir Semakin Mendekat

1. Jangan Memasukan Hasil Karya yang Buruk

Meski katakanlah kamu telah mengerjakan suatu projects dengan jangka lumayan lama, kalau hasilnya tergolong paling buruk diantara yang ada, jangan masukan di portofolio. Kamu hanya perlu memasukkan karya yang paling baik diantara yang lainnya.

2. Tambahkan Link Karya yang Sudah Published

Bila hasil karya kamu sudah pernah digunakan oleh klien, kamu bisa meminta klien untuk memberikan linknya.  Cukup tunjukkan sebagian karyamu di portofolio dan beri link publikasi karya tersebut. Dengan begini, perusahaan akan penasaran dan mengecek tempat karyamu terpublish. Bakal jadi poin yang bagus bila perusahaan yang jadi klien kamu sebelumnya punya reputasi yang tinggi.

3. Beri Deskripsi Pekerjaan yang Kamu Lakukan

Calon perusahaan tempat kamu melamar tak mungkin mengerti keseluruhan detail portofolio yang kamu kerjakan . Untuk itu, kamu perlu menjelaskan secara detail mengenai pekerjaan kamu sebelumnya, untuk apa karya tersebut dibuat dan mengapa perusahaan memintamu memproduksi karya terkait. Jangan lupa tambahkan tahun dimana kamu memulai hingga menyelesaikan karya tersebut.

4. Tambahkan Testimoni dari Klien

Menambahkan testimoni dari klien adalah suatu cara menarik calon perusahaan untuk notice kamu. Jangan lupa taruh testimoni yang baik-baik saja. Singkirkan testimoni yang buruk. Bila tak ada testimoni, jangan sungkan untuk meminta pada klien.  Klien yang kooperatif tentu memberi testimoni berdasarkan apa yang sudah kamu kerjakan.

Beberapa hal diatas bisa jadi indikator suatu portofolio yang baik. Sebelum send CV dan Portofolio, selalu pastikan poin-poin diatas sudah dipenuhi. Hal yang pasti, seiring dengan semakin rajin kamu meningkatkan pengalaman, semakin baik pula reputasimu dimata perusahaan.

Berikan komentar