Login

Register

Login

Register

Insight

3 Pertimbangan Wajib Sebelum Memulai Usaha

Lean Startup 101
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Banyak orang mengira kalau memulai usaha itu semudah membalikan telapak tangan yang dalam sekejap usaha langsung mendapatkan pelanggan dan laris manis. Apalagi semakin meningkatnya gelombang “pergeseran” daya beli masyarakat yang menyebabkan beberapa perusahaan juga harus melakukan shifting yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagian karyawan yang merasa nasibnya terancam hanya memiliki 2 opsi: mencari pekerjaan baru atau memulai usaha.

Tanpa ada niat menakut-nakuti, kalimat terakhir pada paragraf di atas adalah kenyataan yang saat ini terlihat di depan mata kita. Berita salah satu jaringan retail terbesar di Indonesia yang menutup beberapa gerai di beberapa kota adalah kisah nyata. Karyawan diberi opsi untuk diberi pelatihan sambil diseleksi untuk tetap ikut di bidang usaha baru Giant atau diberikan kesempatan untuk mengundurkan diri.

Terlepas dari ketatnya persaingan untuk menjadi karyawan dan begitu jelasnya persaingan antar raksasa seharusnya menjadi pelajaran penting bagi kita yang memutuskan untuk memulai usaha. Dunia usaha bukan hanya berbicara tentang apa produknya dan bagaimana memasarkannya, lebih dari itu harus dilihat dari siapa saja sumber daya manusianya dan bagaimana pasar yang akan dituju.

Sebelum berbicara modal usaha, ada hal krusial yang harus pemula sadari dan perhatikan sebagai berikut:

Self Awareness

Atau yang disebut kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali diri sendiri sebagai individu yang terpisah dari lingkungan dan individu lainnya. Kekuatan sebuah perusahaan atau usaha kecil bisa langsung dilihat dari siapa pemilik atau pendirinya. Bagaimana seorang pendiri mampu bertahan di tengah ketidakpastian di saat fase awal memulai usaha. Ketidakpastian yang dimaksud seperti apakah ide ini akan diterima oleh target konsumen, kapan akan mendapatkan cashflow positif dan sebagainya. Beberapa variabel tersebut sangat sulit ditentukan nilainya dari awal karena belum dilakukan validasi. Kembali ke masalah kesadaran diri, banyak dari pengusaha pemula yang dengan gegabah hanya bermodal uang tanpa tau ceruk pasar yang dimasuki. Salah satu di antaranya adalah pengalaman menghadapi kompetisi yang ada di market tersebut. Yang perlu digarisbawahi adalah pengalaman. Pemula yang sebelumnya bekerja di industri produksi makanan ringan, belum tentu bisa membangun usaha sejenis karena bisa jadi dia hanya bekerja di divisi pengemasan bukan di bagian produksi apalagi pemasaran dan hanya menduduki jabatan staf. Kalimat tersebut mungkin cukup tidak enak didengar, karena kenyataan akan berbicara setelah kita memahami kalimat tersebut. Memulai usaha itu lebih dari sekedar babat alas, kita akan bertemu banyak faktor. “Siapa saya sebelumnya, apa yang sudah saya alami sebelumnya saat menghadapi pasar yang sama, apakah saya sudah meraih achievement yang signifikan sehingga memang saya yang lain menjalankan ide usaha tersebut?” Silahkan dijawab 🙂

Pahami Pasarnya

Pengusaha pemula cenderung beranggapan bahwa suatu pangsa pasar yang sedikit atau bahkan tidak ada kompetitornya adalah pasar yang sangat menjanjikan. Itu belum tentu benar, malah cenderung salah besar. Karena begini, ibarat sebelum kita masuk ke sebuah danau pemancingan untuk memulai mancing ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu jenis ikan apa yang ada di dalamnya, melihat pemancing lain yang sudah lebih dulu melempar kailnya, untuk kemudian diperhatikan, apakah pemancing lain itu mendapatkan banyak hasilnya? Apa yang didapat, hanya ikan atau ada tangkapan lain yang lebih menjanjikan? Lebih enak bukan apabila sudah ada yang mengeluarkan tenaga dan biaya untuk memvalidasinya, ketimbang kita yang memulai dari 0 namun hasilnya pun tidak sesuai harapan?

Selain kompetisi, perhatikan juga perilaku pasarnya alias konsumen yang ingin dituju. Sebelumnya pastikan siapa mereka, barang (atau jasa) apa saja yang mereka konsumsi secara rutin yang mirip dengan produk yang akan kita buat. Go-jek mungkin tidak akan pernah ada kalau sebelumnya tidak ada ojek pangkalan atau Grab Car mungkin tidak akan ada kalau sebelumnya tidak ada Taksi Blue Bird di Indonesia. Kemampuan memperhatikan perilaku atau kepo wajib dimiliki oleh pengusaha pemula.

Apa Tujuannya?

Point ketiga adalah yang paling krusial, sebelum jauh memulai pasang impian Anda terlebih dahulu. Bekerja tanpa tujuan hanyalah sia-sia. Uang dan kekayaan hadir karena perjalanan mencapai tujuan. Pastikan pengusaha pemula tahu dan sadar apa tujuannya? Apakah menjadi produk terbaik di pasarnya, menjadi perusahaan terbesar di dunia atau menjadi tempat pencari nafkah terbaik. Apa saja, ketika ada tujuan perjalanan yang dimulai akan menyenangkan sekaligus mendebarkan!

Baru akan memulai usaha? Tersedia kelas private mentoring Lean Startup 101 untuk kota Jakarta dan Semarang bersama founder Bizlab, Aditya Dwi Putra. Bila tertarik silahkan daftar di sini.

Tersedia juga kelas online Belajar Menggunakan Lean Canvas dan Cara Menentukan Value Product dengan Value Proposition Canvas.

Private mentoring merupakan metode belajar di Bizlab yang memungkinkan peserta untuk memilih materi yang ingin dipelajari sekaligus mentoringnya dan membuat janji untuk belajar di tempat dan waktu yang disepakati. Jumlah peserta pun dibatasi hanya boleh maksimum 3 orang.

One thought on “3 Pertimbangan Wajib Sebelum Memulai Usaha

  1. Sesuatu artikel kiranya wajib di baca untuk pemula yang mau terjun didunia bisnis sesungguh bahwa bisnis itu tak semudah membalikkan telapak tangan, betul itu tapi juga tidak sesulit memindahkan gunung yang penting ada niat yang kuat pasti berhasil.

Berikan komentar

Tanya
1
Butuh bantuan?
Halo,
Ada yang bisa dibantu?
Powered by